LAPORAN KUNJUNGAN KE KERAJINAN PERAK TOM’S SILVER YOGYAKARTA

LAPORAN KUNJUNGAN KE KERAJINAN PERAK TOM’S SILVER YOGYAKARTA

 

KATA PENGANTAR

 

 

Alhamdulillahi rabbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT. Semoga Allah selalu menuntun di manapun kaki kita akan melangkah. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabat beliau yang selalu istiqomah di jalan-Nya.

Hanya karena hanya pertolongan, kemurahan, dan anugerah-Nya, “Laporan Kunjungan Kerajinan Perak Tom’s Silver” telah dapat diselesaikan.

Tom’s Silver merupakan tempat kerajinan perak yang dimana di dalamnya memuat berbagai macam kerajinan dari perak. Selain sebagai lapangan usaha bagi masyarakat Jogja, Tom’s Silver juga sebagai tempat kunjungan wisata.

Penulis berharap Laporan Kunjungan Kerajinan Perak Tom’s Silver ini bisa memberikan sumbangsih pemikiran bagi keberlangsungan dunia industri kecil di Indonesia pada masa yang akan datang. Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Laporan ini masih jauh dari sempurna. Karenanya, saran dan kritk dari semua pihak sangat penulis harapkan demi kesempurnaan gagasan tertulis ini. Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung membantu penyusunan laporan kewirausahaan ini.

 

 

 

Penulis,

 

 

DAFTAR ISI

 

Halaman judul    …………………………………………………………….          i

Lembar pengesahan …………………………………………………………        ii

Motto ……………..………………………………………………………..        iii

Halaman persembahan  .…………………………………………………….        iv

Kata pengantar  ……………………………………………………………..         v

Daftar isi ……………………………………………………………………        vi

Daftar ganbar  ………………………………………………………………       vii

Bab I pendahuluan

  1. Latar belakang   …………………………………………….         1
  2. Maksut dan tujuan  …………………………………………         1
  3. Manfaat kegiatan  …………………………………………..         2
  4. Sistematika pembahasan ……………………………………         2

Bab II pelaksanaan kegiatan

  1. Identitas perusahaan  ……………………………………….         3
  2. Sejarah perusahaan  …………………………………………         3
  3. Pelaksanaan kegiatan  ………………………………………         5
  4. Tujuan perusahaan  …………………………………………         7
  5. Peran serta perusahaan  ……………………………………..         8
  6. Keuntungan perusahaan  ……………………………………         9
  7. Manfaat perusahaan  ………………………………………..         9
  8. Relevansi perusahaan ……………………………………….       10

Bab III hasil dan analisis kegiatan

  1. Hasil kegiatan ………………………………………………       11
  2. Analisis hasil  ……………………………………………….       11
  3. Tindak lanjut  ……………………………………………….       11

Lampiran-lampiran

  1. Daftar pustaka  ……………………………………………..       13
  2. Gambar pelaksanaan  ……………………………………….       14
  3. Anggota kelompok …………………………………………       16

DAFTAR GAMBAR

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

 

Dalam kemajuan teknologi saat ini, lapangan pekerjaan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang canggih dan serba praktis. Namun, suatu saat manusia akan jenuh dengan lapangan pekerjaan yang serba canggih tanpa memperhatikan nilai seni. Dengan adanya kunjungan kewirausahaan ke Tom’s Silver memberikan pengetahuan tersendiri kepada kami, bahwa di Tom’s Silver selain sebagai tempat kunjungan wisata juga merupakan lapangan usaha yang menggunakan cara tradisional dalam membuat kerajinan dari bahan perak.

Tom’s Silver menghasilkan dan menjual berbagai kerajinan perak diantaranya perhiasan-perhiasan dan juga alat musik gamelan. Selain itu, Tom’s Silver ini juga memiliki usaha sampingan yaitu usaha furniture yang sangat menggambarkan kesenian budaya di Yogyakarta.

Kunjungan ke Tom’s Silver ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang kerajian perak dan menumbuhkan motivasi untuk menjadi wirausaha yang sukses.

 

  1. Maksud dan Tujuan Kegiatan

Maksud dan tujuan kunjungan ke Tom’s Silver adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya perusahaan
  2. Untuk mengetahui kegiatan di kerajinan perak
  3. Untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan perak
  4. Untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh perusahaan
  5. Untuk menumbuhkan motivasi wirausaha bagi mahasiswa

 

 

 

  1. Manfaat Kegiatan

Dalam kegiatan kunjungan ke Tom’s Silver memberikan manfaat bagi mahasiswa diantaranya :

  1. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang kerajinan perak
  2. Menambah inspirasi mahasiswa untuk berwirausaha
  3. Sebagai sarana rekreasi bagi mahasiswa

 

  1. Sistematika Pembahasan

Dalam laporan ini kami akan membahas mengenai usaha kerajina perak Tom’s Silver yang meliputi :

  1. Nama Perusahaan
  2. Sejarah Singkat Perusahaan
  3. Pelaksanaan Kegiatan Perusahaan
  4. Tujuan Kegiatan Perusahaan
  5. Peran Serta Perusahaan
  6. Keuntungan yang diperoleh Perusahaan
  7. Manfaat Perusahaan
  8. Relevansi Perusahaan

 

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN KUNJUNGAN

  1. Identitas Perusahaan

Nama Perusahaan        : Tom’s Silver Manufacture

Nama Pemilik              : Nevi Ervina Rahmawati

Bentuk Perusahaan     : Perseorangan

Alamat                                    :

  1. Kantor pusat         : Jl.Ngeksigondo No.60 Jogjakarta 55172
  2. Telp.                      : 0274-372818
  3. Website                 : www.tomsilver.com

Produk unggulan         : Perak

Produk sampingan      : Furniture

Modal                          : Modal awal milik pribadi, keuntungan awal untuk modal selanjutnya.

 

B. SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

Siapa yang tak kenal kerajinan perak dari Kotagede, Yogyakarta? Di salah satu jalan yang dahulu cuma cukup untuk jalan kuda, nama Tom’s Silver telah sampai mancanegara dan dicari para turis. Siapa yang menyangka kalau kerajinan perak ini berawal dari kesulitan hasil bumi yang melanda petani Kotagede. Mungkin ini yang namanya blessing in disguised, dalam kesusahan muncul kreativitas pembawa berkah, berupa pesanan dari Keraton Yogyakarta.

Awalnya para petani ini hanya menatah logam untuk peralatan makan dengan mencontoh gambar dan produk dari Belanda. Salah satu keturunannya adalah Sutomo Sastrodiwarno yang kemudian mendirikan bengkel kerajinan perak dengan 25 perajin. Kelak bengkel ini menjadi Sutomo Silver, lantas di mancanegara lebih dikenal dengan Tom’s Silver.

Pada tahun 1972, Tom memulai ekspor perdananya. Tapi jangan membayangkan dengan pengapalan dan sebagainya, melainkan dengan tas kopor alias ditenteng. Ekspor peralatan makan dengan tas kopor itu bahkan pernah mencapai 100 lusin sendok makan. Berikutnya ekspor mulai disertai perhiasan dan miniatur perak sekitar 25 persen. Ketika Sutomo menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta, mulailah ekspor Tom’s Silver mengenal letter of credit (L/C). Ekspor kerajinan perak berupa peralatan makan tetap dominan, tapi juga diikuti dengan furniture.

Tidak berhenti pada ekspor produk saja, mulai tahun 1985 Tom’s Silver meraih penghargaan dari Trade Leader Club. Selanjutnya, bekerja sama dengan biro perjalanan luar negeri, Sutomo menjadikan bengkel dan tokonya sebagai ajang wisata belanja. “Kami mengundang turis untuk melihat dari dekat proses pembuatan perak. Bahkan ada pelatihan singkat untuk membuat cincin perak bagi turis, yang boleh dimiliki pembuatnya,” kata Direktur Tom’s Silver Nevi Ervina di tengah ulang tahun ke-35 Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) di Jakarta, beberapa waktu lalu. Wisata belanja ini berkembang dengan biro perjalanan dalam negeri yang menjadikan wisata edukatif. Wisatawan dapat berkunjung ke bengkel Tom’s Silver untuk melihat dari dekat proses peleburan hingga finishing berbagai bentuk kerajinan berbahan baku perak, bahkan kini sampai ke emas dan platinum (emas putih).

Generasi Keempat

Mulai tahun 1995, Sutomo mewariskan Tom’s Silver pada Nevi yang semula memegang kendali perkebunan teh dan kopi keluarga. Nevi merupakan generasi keempat perajin perak di Kotagede ini. Di tangan Nevi, Tom’s Silver kian rajin mengikuti berbagai pameran. Kali ini tidak hanya di dalam negeri, tapi melalui BPEN menjadi peserta pameran di Belanda. Di sini Tom’s Silver mendapat buyer besar sampai berhasil melewati krisis moneter di tahun 1997-1998. Bahkan hingga kini buyer itulah menjadi perantara untuk memasok cendera mata Tom’s Silver di Bandar Udara Schiphol dan berbagai tempat di Belanda serta Laffayette di Prancis. Eropa menjadi tujuan ekspor terbesar Tom’s Silver dengan barometer desain pada kota Paris dan London secara bergantian. Sekarang Tom’s Silver tengah kebanjiran permintaan dari Ukraina. Bahkan Swarovski pun kini memesan beberapa desain dekoratif dari Tom’s Silver. Dengan teknologi radium platinum, Nevi beranjak tidak sekadar menyajikan kerajinan perak.
Kendati masih mempertahankan kerajinan buatan tangan (handmade), Nevi juga bergerak pada produksi massal. Ia menawarkan cincin kelulusan (graduate ring).
“Kami sudah mendapat pesanan 1.500-2.000 graduate ring dari Harvard (University),” ujar Nevi. Kreativitas dan inovasi terus-menerus Tom’s Silver tampaknya bisa menjadi contoh bagi UKM untuk menjadi besar dan menembus pasar global. (mega Christina)

C. PELAKSANAAN KEGIATAN

Untuk mendapatkan bahan baku kerajinan, para pengrajin mendapatkannya dari pemasok bahan perak di Jogjakarta yang mendapat pasokan perak dari PT. Aneka Tambang. Bahan baku perak ini ada yang berbentuk batangan, ada juga yang berbentuk bola-bola sangat kecil. Untuk membuat kerajinan, bahan baku perak kemudian dicampur dengan 7,5% tembaga. Jadi, kadar peraknya 92,5%. Hal ini dilakukan agar perak yang dibuat tidak terlalu lemas. “Kalau terlalu lemas akan cepat rusak, alat-alat yang diperluka antara lain :

  1. Kompor perak
  2. gunting
  3. perak
  4. tang jepit
  5. pinset
  6. perak murni
  7. tembaga

Pada pembuatan secara tradisional, untuk mencampur perak dan tembaga ini kedua bahan dipanaskan dengan api dari kompor yang menggunakan bahan bakar gas. Sistem kerjanya mirip dengan tukang las. Hanya saja agar api bisa keluar, pengrajin yang membuat harus menginjak kompor tersebut. Api pun keluar menyemprot ke arah bahan hingga luntur.

Setelah itu bahan dipotong berdasarkan keperluan. Misalnya untuk gelang, bahan itu dibentuk pipih dengan lebar 2-3 cm dan panjang sekitar 15 cm. Karena masih lentur, bahan itu kemudian dibentuk melingkar seperti layaknya gelang. Pada sisi potongan itu diberi dasar kawat yang dilekatkan dengan lem pada bentuk gelang itu tadi. Untuk menghaluskan sambungan kawat dengan perak, kedua bahan juga dipatri sehingga melekat permanen. Baru kemudian gelang tesebut diisi dekorasi atau hiasan batu mulia atau hiasan lainnya sebagai aksesori.

Bahan yang jadi itu kemudian diampelas dan dibersihkan dengan asam jawa kemudian direndam dengan garam dan air yang mendidih. Selesai dibersihkan dengan air mendidih, bahan disikat untuk kemudian dikeringkan sampai tidak ada air sama sekali pada gelang. Untuk membuat agar mengkilap, bahan dipoles dengan mesin pemoles. Dan, barang siap dijual.

 

 

Lamanya membuat barang kerajinan ini tergantung pada tingkat kerumitan pembuatannya. Misalnya cincin yang relatif kecil tentu saja berbeda dengan miniatur becak misalnya. Cincin yang sederhana desainnya lebih cepat proses pembuatannya daripada miniatur becak yang bisa sampai seminggu. Proses pembuatan kerajinan di kami biasanya sistem tahapan, tidak per barang. Misalnya membuat gelang, selama satu hari hanya membuat campuran dulu hingga bentuknya dulu. Besoknya baru diberi aksesoris hingga barang siap dijual.

Umumnya, untuk barang kerajinan sederhana semacam cincin, di tiap art shop terdapat beberapa pengrajinnya. Di art shop kami misalnya, ada tiga pengrajin untuk membuat kerajinan sederhana seperti cincin, gelang, dan anting. Sedangkan kerajinan yang rumit, biasanya ada tukang lain yang membuat kami juga membeli dari beberapa pengrajin di desa. Model yang sama diterapkan di semua art shop. Selain ada pengrajin sendiri, mereka juga membeli dari pengrajin lokal.Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan kalau berburu kerajinan perak.

Disamping itu Tom’s Silver juga membuat kerajinan sampingan dengan mneggunakan bahan kuningan dan kulit. Biasanya kuningan digunakan untuk membuat hiasan berupa candi, stupa, gamelan dll. Sedangkan Kulit digunakan  untuk membuat wayang kulit, kipas dll.

  1. TUJUAN KEGIATAN PERUSAHAAN

 

Perusahaan Tom’s silver yang mengelola kerajinan perak ini mempunyai tujuan:

  1. Sebagai tempat berkunjung wisatawanlokal maupun asing (objek wisata).

Tidak berhenti pada ekspor produk saja, mulai tahun 1985 Tom’s Silver meraih penghargaan dari Trade Leader Club. Selanjutnya, bekerja sama dengan biro perjalanan luar negeri, Sutomo menjadikan bengkel dan tokonya sebagai ajang wisata belanja.

“Kami mengundang turis untuk melihat dari dekat proses pembuatan perak. Bahkan ada pelatihan singkat untuk membuat cincin perak bagi turis, yang boleh dimiliki pembuatnya,” kata Direktur Tom’s Silver Nevi Ervina di tengah ulang tahun ke-35 Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wisata belanja ini berkembang dengan biro perjalanan dalam negeri yang menjadikan wisata edukatif. Wisatawan dapat berkunjung ke bengkel Tom’s Silver untuk melihat dari dekat proses peleburan hingga finishing berbagai bentuk kerajinan berbahan baku perak, bahkan kini sampai ke emas dan platinum (emas putih).

  1. Sebagai tempat pelestarian kebudayaan bangsa,
  2. Sabagai tempat yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

 

  1. PERAN SERTA PERUSAHAAN DALAM PEMBANGUNAN DAN MASYARAKAT

 

Tom’s silver sebagai salah satu perusahaan besar yang ada di Jogja yang sudah terkenal di Indonesia bahkan manca negara merupakan perusahan yang sangat memperhatikan keadaan masyarakat sekitarnya. Perusahaan ini dari tahun ke tahun selalu berusaha memajukan usahanya. Namun dalam usahanya ini selalu melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerjannya. Tenaga kerja ini inipun tidak sembarangan dalam perekrutannya. Dilakukan seleksi demkian karena untuk mencari karyawan yang terbaik. Tidak hanya itu perusahaan juga memberikan pembinaan dan pengembangan demi meningkatkan kemampuan tenaga kerjannya.

Selain hal di atas tom’s silver juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan bakti sosial demi rasa kepedulian terhadap masyarakat yang kekurangan. Dalam event-event tertentu Tom’s silver melaksanakan kegiatan bakti social dengan memberikan bantuan baik dalam bentuk uang ataupun barang kepada masyarakat yang kekurangan. Sering juga sumbangan itu diberikan kepada panti asuhan yang ada di wilayah Yogyakarta. Dengan hal-hal di atas, Tom’s silver sangat berperan aktif dan peduli dalam pembangunan dan masyarakat.

 

F. KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEH PERUSAHAAN

Keuntungan yang diperoleh perusahaan Tom’s Silver dari usaha perak yang dijalankannya dapat dijelaskan dari kegiatan pemasaran.

Pemasaran yang dilakukan oleh Tom’s silver manufacture meliputi pemasaran lokal dan internasional. Pemasaran lokal menjangkau daerah Jakarta dan Bali Sedangkan Pemasaran Internasional telah mencapai wilayah Eropa. Pemasaran dilakukan di wilayah tersebut dikarenakan permintaan yang tinggi akan barang-barang dari perak. Dari kegiatan pemasaran,  perusahaan mendapat keuntungan berupa uang hasil penjualan barang-barang perak ataupun furniture tersebut yang menjadi modal selanjutnya untuk menjalankan usaha.

Keuntungan dari usaha Tom’s silver ini dihitung dari omset yang diperoleh dari hasil penjualan barang-barang perak maupun furniture baik yang berasal dari dalam atau luar negeri yang dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk modal, menggaji karyawan dan pemeliharaan alat.

 

  1. MANFAAT PERUSAHAAN

 

Dalam kegiatan usahanya, Tom’s silver sangat membantu memperbaiki tingkat perekonomian masyarakat pada khususnya dan Negara pada umumnya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Bagi pemerintah:
  • Memberikan tambahan pemasukan negara, dalam hal ini barang yang di ekspor akan memberikan devisa bagi negara.
  • Dengan kegiatan usahanya, Tom’s silver membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran.
  1. Bagi masyarakat:
  • Membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.
  • Memberikan lapangan pekerjaan, yang dapat digunakan masyarakat sabagai sumber mata pencarian hidupnya.

 

  1. RELEVANSI PERUSAHAAN DALAM MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

 

Kegiatan kunjungan ke perusahaan Tom’s silver sebagai tempat kerajinan perak ini sangat membantu mahasiswa dalam memupuk jiwa kewirausahaan dalam hidupnya. Dimana dalam mata kuliah kewirausahaan yang di pelajari pada semester IV menjelaskan mahasiswa di samping melakukan kegiatan utama yaitu belajar, juga harus memiliki jiwa kewirausahaan sejak dini.

Mata kuliah kewirausahaan juga menjelaskan mengenai perusahaan, mengenai birokrasi perusahaan, permodalan, perekrutan tenga kerja dan lain sebagainya. Perusahaan Tom’s silver merupakan perusahaan yang didalamnya memiliki system yang lengkap yang telah mencakup semuah hal tadi.

Dengan hal itu perusahaan Tom’s silver sangat relevan dengan mata kuliah kewirausahaan yang disampaikan oleh dosen.

 

 

BAB III

HASIL DAN ANALISIS HASIL KEGIATAN

 

 

  1. Hasil Kegiatan

Kunjungan ke perusahaan perak Tom’s Silver yang kami (Mahasiswa PGSD UNS) lakukan memberi manfaat sbb :

  1. Memperoleh pengetahuan tentang barang-barang  kerajinan perak yang kami dapatkan dari hasil wawancara terhadap karyawan Tom’s silver dan hasil dari pengamatan langsung yang kami lakukan
  2. Memberi inspirasi kepada kami untuk membuka usaha serupa karena barang-barang dari perak memiliki harga jual yang tinggi sehingga keuntungan yang di dapat akan tinggi pula
  3. Sebagai sarana rekreasi bagi kami maupun wisatawan lainnya karena barang-barang kerajinan perak yang dipajang memiliki daya tarik
  4. Sebagai bahan untuk menyusun laporan mata kuliah Kewirausahaan yang diberikan oleh dosen kami.

 

  1. Analisis Hasil Kegiatan

Berdasarkan Hasil Analisis yang telah kami lakukan, hasil kegiatan yang kami peroleh sesuai dengan tujuan kegiatan yang telah kami rencana kegiatan yaitu kami memperoleh informasi tentang sejarah singkat perusahaan, pelaksanaan kegiatan perusahaan, tujuan kegiatan perusahaan, peran serta perusahaan, keuntungan yang diperoleh perusahaan, manfaat perusahaan,memberi inspirasi, sarana rekreasi dan sebagai bahan penyusun laporan.

 

  1. Tindak Lanjut

Kunjungan yang kami lakukan tidak semata-mata hanya untuk melihat- lihat hasil kerajinan dari perak yang ada di sana akan tetapi juga sebagai pengetahuan bagi kami jika nantinya kami memiliki modal atau kesempatan untuk membuka usaha kerajinan perak yang serupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s