LAPORAN KUNJUNGAN KE KERAJINAN PERAK TOM’S SILVER YOGYAKARTA

LAPORAN KUNJUNGAN KE KERAJINAN PERAK TOM’S SILVER YOGYAKARTA

 

KATA PENGANTAR

 

 

Alhamdulillahi rabbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT. Semoga Allah selalu menuntun di manapun kaki kita akan melangkah. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabat beliau yang selalu istiqomah di jalan-Nya.

Hanya karena hanya pertolongan, kemurahan, dan anugerah-Nya, “Laporan Kunjungan Kerajinan Perak Tom’s Silver” telah dapat diselesaikan.

Tom’s Silver merupakan tempat kerajinan perak yang dimana di dalamnya memuat berbagai macam kerajinan dari perak. Selain sebagai lapangan usaha bagi masyarakat Jogja, Tom’s Silver juga sebagai tempat kunjungan wisata.

Penulis berharap Laporan Kunjungan Kerajinan Perak Tom’s Silver ini bisa memberikan sumbangsih pemikiran bagi keberlangsungan dunia industri kecil di Indonesia pada masa yang akan datang. Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Laporan ini masih jauh dari sempurna. Karenanya, saran dan kritk dari semua pihak sangat penulis harapkan demi kesempurnaan gagasan tertulis ini. Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung membantu penyusunan laporan kewirausahaan ini.

 

 

 

Penulis,

 

 

DAFTAR ISI

 

Halaman judul    …………………………………………………………….          i

Lembar pengesahan …………………………………………………………        ii

Motto ……………..………………………………………………………..        iii

Halaman persembahan  .…………………………………………………….        iv

Kata pengantar  ……………………………………………………………..         v

Daftar isi ……………………………………………………………………        vi

Daftar ganbar  ………………………………………………………………       vii

Bab I pendahuluan

  1. Latar belakang   …………………………………………….         1
  2. Maksut dan tujuan  …………………………………………         1
  3. Manfaat kegiatan  …………………………………………..         2
  4. Sistematika pembahasan ……………………………………         2

Bab II pelaksanaan kegiatan

  1. Identitas perusahaan  ……………………………………….         3
  2. Sejarah perusahaan  …………………………………………         3
  3. Pelaksanaan kegiatan  ………………………………………         5
  4. Tujuan perusahaan  …………………………………………         7
  5. Peran serta perusahaan  ……………………………………..         8
  6. Keuntungan perusahaan  ……………………………………         9
  7. Manfaat perusahaan  ………………………………………..         9
  8. Relevansi perusahaan ……………………………………….       10

Bab III hasil dan analisis kegiatan

  1. Hasil kegiatan ………………………………………………       11
  2. Analisis hasil  ……………………………………………….       11
  3. Tindak lanjut  ……………………………………………….       11

Lampiran-lampiran

  1. Daftar pustaka  ……………………………………………..       13
  2. Gambar pelaksanaan  ……………………………………….       14
  3. Anggota kelompok …………………………………………       16

DAFTAR GAMBAR

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

 

Dalam kemajuan teknologi saat ini, lapangan pekerjaan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang canggih dan serba praktis. Namun, suatu saat manusia akan jenuh dengan lapangan pekerjaan yang serba canggih tanpa memperhatikan nilai seni. Dengan adanya kunjungan kewirausahaan ke Tom’s Silver memberikan pengetahuan tersendiri kepada kami, bahwa di Tom’s Silver selain sebagai tempat kunjungan wisata juga merupakan lapangan usaha yang menggunakan cara tradisional dalam membuat kerajinan dari bahan perak.

Tom’s Silver menghasilkan dan menjual berbagai kerajinan perak diantaranya perhiasan-perhiasan dan juga alat musik gamelan. Selain itu, Tom’s Silver ini juga memiliki usaha sampingan yaitu usaha furniture yang sangat menggambarkan kesenian budaya di Yogyakarta.

Kunjungan ke Tom’s Silver ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang kerajian perak dan menumbuhkan motivasi untuk menjadi wirausaha yang sukses.

 

  1. Maksud dan Tujuan Kegiatan

Maksud dan tujuan kunjungan ke Tom’s Silver adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya perusahaan
  2. Untuk mengetahui kegiatan di kerajinan perak
  3. Untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan perak
  4. Untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh perusahaan
  5. Untuk menumbuhkan motivasi wirausaha bagi mahasiswa

 

 

 

  1. Manfaat Kegiatan

Dalam kegiatan kunjungan ke Tom’s Silver memberikan manfaat bagi mahasiswa diantaranya :

  1. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang kerajinan perak
  2. Menambah inspirasi mahasiswa untuk berwirausaha
  3. Sebagai sarana rekreasi bagi mahasiswa

 

  1. Sistematika Pembahasan

Dalam laporan ini kami akan membahas mengenai usaha kerajina perak Tom’s Silver yang meliputi :

  1. Nama Perusahaan
  2. Sejarah Singkat Perusahaan
  3. Pelaksanaan Kegiatan Perusahaan
  4. Tujuan Kegiatan Perusahaan
  5. Peran Serta Perusahaan
  6. Keuntungan yang diperoleh Perusahaan
  7. Manfaat Perusahaan
  8. Relevansi Perusahaan

 

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN KUNJUNGAN

  1. Identitas Perusahaan

Nama Perusahaan        : Tom’s Silver Manufacture

Nama Pemilik              : Nevi Ervina Rahmawati

Bentuk Perusahaan     : Perseorangan

Alamat                                    :

  1. Kantor pusat         : Jl.Ngeksigondo No.60 Jogjakarta 55172
  2. Telp.                      : 0274-372818
  3. Website                 : www.tomsilver.com

Produk unggulan         : Perak

Produk sampingan      : Furniture

Modal                          : Modal awal milik pribadi, keuntungan awal untuk modal selanjutnya.

 

B. SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

Siapa yang tak kenal kerajinan perak dari Kotagede, Yogyakarta? Di salah satu jalan yang dahulu cuma cukup untuk jalan kuda, nama Tom’s Silver telah sampai mancanegara dan dicari para turis. Siapa yang menyangka kalau kerajinan perak ini berawal dari kesulitan hasil bumi yang melanda petani Kotagede. Mungkin ini yang namanya blessing in disguised, dalam kesusahan muncul kreativitas pembawa berkah, berupa pesanan dari Keraton Yogyakarta.

Awalnya para petani ini hanya menatah logam untuk peralatan makan dengan mencontoh gambar dan produk dari Belanda. Salah satu keturunannya adalah Sutomo Sastrodiwarno yang kemudian mendirikan bengkel kerajinan perak dengan 25 perajin. Kelak bengkel ini menjadi Sutomo Silver, lantas di mancanegara lebih dikenal dengan Tom’s Silver.

Pada tahun 1972, Tom memulai ekspor perdananya. Tapi jangan membayangkan dengan pengapalan dan sebagainya, melainkan dengan tas kopor alias ditenteng. Ekspor peralatan makan dengan tas kopor itu bahkan pernah mencapai 100 lusin sendok makan. Berikutnya ekspor mulai disertai perhiasan dan miniatur perak sekitar 25 persen. Ketika Sutomo menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta, mulailah ekspor Tom’s Silver mengenal letter of credit (L/C). Ekspor kerajinan perak berupa peralatan makan tetap dominan, tapi juga diikuti dengan furniture.

Tidak berhenti pada ekspor produk saja, mulai tahun 1985 Tom’s Silver meraih penghargaan dari Trade Leader Club. Selanjutnya, bekerja sama dengan biro perjalanan luar negeri, Sutomo menjadikan bengkel dan tokonya sebagai ajang wisata belanja. “Kami mengundang turis untuk melihat dari dekat proses pembuatan perak. Bahkan ada pelatihan singkat untuk membuat cincin perak bagi turis, yang boleh dimiliki pembuatnya,” kata Direktur Tom’s Silver Nevi Ervina di tengah ulang tahun ke-35 Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) di Jakarta, beberapa waktu lalu. Wisata belanja ini berkembang dengan biro perjalanan dalam negeri yang menjadikan wisata edukatif. Wisatawan dapat berkunjung ke bengkel Tom’s Silver untuk melihat dari dekat proses peleburan hingga finishing berbagai bentuk kerajinan berbahan baku perak, bahkan kini sampai ke emas dan platinum (emas putih).

Generasi Keempat

Mulai tahun 1995, Sutomo mewariskan Tom’s Silver pada Nevi yang semula memegang kendali perkebunan teh dan kopi keluarga. Nevi merupakan generasi keempat perajin perak di Kotagede ini. Di tangan Nevi, Tom’s Silver kian rajin mengikuti berbagai pameran. Kali ini tidak hanya di dalam negeri, tapi melalui BPEN menjadi peserta pameran di Belanda. Di sini Tom’s Silver mendapat buyer besar sampai berhasil melewati krisis moneter di tahun 1997-1998. Bahkan hingga kini buyer itulah menjadi perantara untuk memasok cendera mata Tom’s Silver di Bandar Udara Schiphol dan berbagai tempat di Belanda serta Laffayette di Prancis. Eropa menjadi tujuan ekspor terbesar Tom’s Silver dengan barometer desain pada kota Paris dan London secara bergantian. Sekarang Tom’s Silver tengah kebanjiran permintaan dari Ukraina. Bahkan Swarovski pun kini memesan beberapa desain dekoratif dari Tom’s Silver. Dengan teknologi radium platinum, Nevi beranjak tidak sekadar menyajikan kerajinan perak.
Kendati masih mempertahankan kerajinan buatan tangan (handmade), Nevi juga bergerak pada produksi massal. Ia menawarkan cincin kelulusan (graduate ring).
“Kami sudah mendapat pesanan 1.500-2.000 graduate ring dari Harvard (University),” ujar Nevi. Kreativitas dan inovasi terus-menerus Tom’s Silver tampaknya bisa menjadi contoh bagi UKM untuk menjadi besar dan menembus pasar global. (mega Christina)

C. PELAKSANAAN KEGIATAN

Untuk mendapatkan bahan baku kerajinan, para pengrajin mendapatkannya dari pemasok bahan perak di Jogjakarta yang mendapat pasokan perak dari PT. Aneka Tambang. Bahan baku perak ini ada yang berbentuk batangan, ada juga yang berbentuk bola-bola sangat kecil. Untuk membuat kerajinan, bahan baku perak kemudian dicampur dengan 7,5% tembaga. Jadi, kadar peraknya 92,5%. Hal ini dilakukan agar perak yang dibuat tidak terlalu lemas. “Kalau terlalu lemas akan cepat rusak, alat-alat yang diperluka antara lain :

  1. Kompor perak
  2. gunting
  3. perak
  4. tang jepit
  5. pinset
  6. perak murni
  7. tembaga

Pada pembuatan secara tradisional, untuk mencampur perak dan tembaga ini kedua bahan dipanaskan dengan api dari kompor yang menggunakan bahan bakar gas. Sistem kerjanya mirip dengan tukang las. Hanya saja agar api bisa keluar, pengrajin yang membuat harus menginjak kompor tersebut. Api pun keluar menyemprot ke arah bahan hingga luntur.

Setelah itu bahan dipotong berdasarkan keperluan. Misalnya untuk gelang, bahan itu dibentuk pipih dengan lebar 2-3 cm dan panjang sekitar 15 cm. Karena masih lentur, bahan itu kemudian dibentuk melingkar seperti layaknya gelang. Pada sisi potongan itu diberi dasar kawat yang dilekatkan dengan lem pada bentuk gelang itu tadi. Untuk menghaluskan sambungan kawat dengan perak, kedua bahan juga dipatri sehingga melekat permanen. Baru kemudian gelang tesebut diisi dekorasi atau hiasan batu mulia atau hiasan lainnya sebagai aksesori.

Bahan yang jadi itu kemudian diampelas dan dibersihkan dengan asam jawa kemudian direndam dengan garam dan air yang mendidih. Selesai dibersihkan dengan air mendidih, bahan disikat untuk kemudian dikeringkan sampai tidak ada air sama sekali pada gelang. Untuk membuat agar mengkilap, bahan dipoles dengan mesin pemoles. Dan, barang siap dijual.

 

 

Lamanya membuat barang kerajinan ini tergantung pada tingkat kerumitan pembuatannya. Misalnya cincin yang relatif kecil tentu saja berbeda dengan miniatur becak misalnya. Cincin yang sederhana desainnya lebih cepat proses pembuatannya daripada miniatur becak yang bisa sampai seminggu. Proses pembuatan kerajinan di kami biasanya sistem tahapan, tidak per barang. Misalnya membuat gelang, selama satu hari hanya membuat campuran dulu hingga bentuknya dulu. Besoknya baru diberi aksesoris hingga barang siap dijual.

Umumnya, untuk barang kerajinan sederhana semacam cincin, di tiap art shop terdapat beberapa pengrajinnya. Di art shop kami misalnya, ada tiga pengrajin untuk membuat kerajinan sederhana seperti cincin, gelang, dan anting. Sedangkan kerajinan yang rumit, biasanya ada tukang lain yang membuat kami juga membeli dari beberapa pengrajin di desa. Model yang sama diterapkan di semua art shop. Selain ada pengrajin sendiri, mereka juga membeli dari pengrajin lokal.Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan kalau berburu kerajinan perak.

Disamping itu Tom’s Silver juga membuat kerajinan sampingan dengan mneggunakan bahan kuningan dan kulit. Biasanya kuningan digunakan untuk membuat hiasan berupa candi, stupa, gamelan dll. Sedangkan Kulit digunakan  untuk membuat wayang kulit, kipas dll.

  1. TUJUAN KEGIATAN PERUSAHAAN

 

Perusahaan Tom’s silver yang mengelola kerajinan perak ini mempunyai tujuan:

  1. Sebagai tempat berkunjung wisatawanlokal maupun asing (objek wisata).

Tidak berhenti pada ekspor produk saja, mulai tahun 1985 Tom’s Silver meraih penghargaan dari Trade Leader Club. Selanjutnya, bekerja sama dengan biro perjalanan luar negeri, Sutomo menjadikan bengkel dan tokonya sebagai ajang wisata belanja.

“Kami mengundang turis untuk melihat dari dekat proses pembuatan perak. Bahkan ada pelatihan singkat untuk membuat cincin perak bagi turis, yang boleh dimiliki pembuatnya,” kata Direktur Tom’s Silver Nevi Ervina di tengah ulang tahun ke-35 Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wisata belanja ini berkembang dengan biro perjalanan dalam negeri yang menjadikan wisata edukatif. Wisatawan dapat berkunjung ke bengkel Tom’s Silver untuk melihat dari dekat proses peleburan hingga finishing berbagai bentuk kerajinan berbahan baku perak, bahkan kini sampai ke emas dan platinum (emas putih).

  1. Sebagai tempat pelestarian kebudayaan bangsa,
  2. Sabagai tempat yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

 

  1. PERAN SERTA PERUSAHAAN DALAM PEMBANGUNAN DAN MASYARAKAT

 

Tom’s silver sebagai salah satu perusahaan besar yang ada di Jogja yang sudah terkenal di Indonesia bahkan manca negara merupakan perusahan yang sangat memperhatikan keadaan masyarakat sekitarnya. Perusahaan ini dari tahun ke tahun selalu berusaha memajukan usahanya. Namun dalam usahanya ini selalu melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerjannya. Tenaga kerja ini inipun tidak sembarangan dalam perekrutannya. Dilakukan seleksi demkian karena untuk mencari karyawan yang terbaik. Tidak hanya itu perusahaan juga memberikan pembinaan dan pengembangan demi meningkatkan kemampuan tenaga kerjannya.

Selain hal di atas tom’s silver juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan bakti sosial demi rasa kepedulian terhadap masyarakat yang kekurangan. Dalam event-event tertentu Tom’s silver melaksanakan kegiatan bakti social dengan memberikan bantuan baik dalam bentuk uang ataupun barang kepada masyarakat yang kekurangan. Sering juga sumbangan itu diberikan kepada panti asuhan yang ada di wilayah Yogyakarta. Dengan hal-hal di atas, Tom’s silver sangat berperan aktif dan peduli dalam pembangunan dan masyarakat.

 

F. KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEH PERUSAHAAN

Keuntungan yang diperoleh perusahaan Tom’s Silver dari usaha perak yang dijalankannya dapat dijelaskan dari kegiatan pemasaran.

Pemasaran yang dilakukan oleh Tom’s silver manufacture meliputi pemasaran lokal dan internasional. Pemasaran lokal menjangkau daerah Jakarta dan Bali Sedangkan Pemasaran Internasional telah mencapai wilayah Eropa. Pemasaran dilakukan di wilayah tersebut dikarenakan permintaan yang tinggi akan barang-barang dari perak. Dari kegiatan pemasaran,  perusahaan mendapat keuntungan berupa uang hasil penjualan barang-barang perak ataupun furniture tersebut yang menjadi modal selanjutnya untuk menjalankan usaha.

Keuntungan dari usaha Tom’s silver ini dihitung dari omset yang diperoleh dari hasil penjualan barang-barang perak maupun furniture baik yang berasal dari dalam atau luar negeri yang dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk modal, menggaji karyawan dan pemeliharaan alat.

 

  1. MANFAAT PERUSAHAAN

 

Dalam kegiatan usahanya, Tom’s silver sangat membantu memperbaiki tingkat perekonomian masyarakat pada khususnya dan Negara pada umumnya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Bagi pemerintah:
  • Memberikan tambahan pemasukan negara, dalam hal ini barang yang di ekspor akan memberikan devisa bagi negara.
  • Dengan kegiatan usahanya, Tom’s silver membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran.
  1. Bagi masyarakat:
  • Membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.
  • Memberikan lapangan pekerjaan, yang dapat digunakan masyarakat sabagai sumber mata pencarian hidupnya.

 

  1. RELEVANSI PERUSAHAAN DALAM MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

 

Kegiatan kunjungan ke perusahaan Tom’s silver sebagai tempat kerajinan perak ini sangat membantu mahasiswa dalam memupuk jiwa kewirausahaan dalam hidupnya. Dimana dalam mata kuliah kewirausahaan yang di pelajari pada semester IV menjelaskan mahasiswa di samping melakukan kegiatan utama yaitu belajar, juga harus memiliki jiwa kewirausahaan sejak dini.

Mata kuliah kewirausahaan juga menjelaskan mengenai perusahaan, mengenai birokrasi perusahaan, permodalan, perekrutan tenga kerja dan lain sebagainya. Perusahaan Tom’s silver merupakan perusahaan yang didalamnya memiliki system yang lengkap yang telah mencakup semuah hal tadi.

Dengan hal itu perusahaan Tom’s silver sangat relevan dengan mata kuliah kewirausahaan yang disampaikan oleh dosen.

 

 

BAB III

HASIL DAN ANALISIS HASIL KEGIATAN

 

 

  1. Hasil Kegiatan

Kunjungan ke perusahaan perak Tom’s Silver yang kami (Mahasiswa PGSD UNS) lakukan memberi manfaat sbb :

  1. Memperoleh pengetahuan tentang barang-barang  kerajinan perak yang kami dapatkan dari hasil wawancara terhadap karyawan Tom’s silver dan hasil dari pengamatan langsung yang kami lakukan
  2. Memberi inspirasi kepada kami untuk membuka usaha serupa karena barang-barang dari perak memiliki harga jual yang tinggi sehingga keuntungan yang di dapat akan tinggi pula
  3. Sebagai sarana rekreasi bagi kami maupun wisatawan lainnya karena barang-barang kerajinan perak yang dipajang memiliki daya tarik
  4. Sebagai bahan untuk menyusun laporan mata kuliah Kewirausahaan yang diberikan oleh dosen kami.

 

  1. Analisis Hasil Kegiatan

Berdasarkan Hasil Analisis yang telah kami lakukan, hasil kegiatan yang kami peroleh sesuai dengan tujuan kegiatan yang telah kami rencana kegiatan yaitu kami memperoleh informasi tentang sejarah singkat perusahaan, pelaksanaan kegiatan perusahaan, tujuan kegiatan perusahaan, peran serta perusahaan, keuntungan yang diperoleh perusahaan, manfaat perusahaan,memberi inspirasi, sarana rekreasi dan sebagai bahan penyusun laporan.

 

  1. Tindak Lanjut

Kunjungan yang kami lakukan tidak semata-mata hanya untuk melihat- lihat hasil kerajinan dari perak yang ada di sana akan tetapi juga sebagai pengetahuan bagi kami jika nantinya kami memiliki modal atau kesempatan untuk membuka usaha kerajinan perak yang serupa.

AMDAL (ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN)

AMDAL (ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN)

Masalah lingkungan erat sekali hubungannya dengan dunia kesehatan. Untuk mencapai kondisi masyarakat yang sehat diperlukan lingkungan yang baik pula. Dalam hal ini rumah sakit sebagai sarana kesehatan harus pula memperhatikan keterkatitan tersebut. Dilain pihak, rumah sakit juga dapat dikatakan sebagai pendonor limbah karena buangannya berasal dari kegiatan non-medis maupun medis yang bersifat berbahaya dan beracun dan dalam jumlah besar . Oleh karena itu diperlukan suatu pengolahan limbah yang sesuai sehingga tidak membahayakan bagi lingkungan. Dalam rangka memberikan pelayanan di bidang kesehatan, rumah sakit merupakan tempat bertemunya kelompok masyarakan penderita penyakit, kelompok masyarakat pemberi pelayanan, kelompok pengunjung dan kelompok lingkungan sekitar. Adanya interaksi di dalamnya memungkinkan menyebarnya penyakit bila tidak didukung dengan kondisi lingkungan rumah sakit yang baik dan saniter. Aktivitas rumah sakit akan menghasilkan sejumlah hasil samping berupa limbah, baik limbah padat, cair, dan gas yang mengandung kuman patogen, zat zat kimia serta alat-alat kesehatan yang pada umumnya bersifat berbahaya dan beracun. Untuk meningkatkan mutu pelayanan perlu pula ditingkatkan sarana untuk mengatasi limbah tersebut. Adapun sarana pengolahan limbah di rumah sakit salah satunya adalah dengan menggunakan insinerator. Dengan adanya sebuah unit insinerator diharapkan selain dapat mengurangi volume sampah sebelum dibuang juga dapat menghilangkan sifat berbahaya dan beracunnya. Pengelolaan sampah atau limbah rumah sakit menjadi penting artinya, karena dalam menjalankan fungsinya suatu rumah sakit pasti menimbulkan berbagai buangan, dan sebagaian dari padanya merupakan sampah atau limbah berbahaya (limbah terkontaminasi). Sekitar 85% sampah atau limbah umum yang dihasilkan oleh rumah sakit dan klinik tidak terkontaminasi dan tidak berbahaya bagi petugas yang menangani. Sampah atau limbah yang tidak terkontaminasi misalnya kertas, kotak, botol, wadah plastik dan makanan. Semuanya ini dibuang dengan cara biasa atau diambil oleh dinas kebersihan kota atau dibuang ketempat pembuangan sampah umum. Kesemuanya limbah tersebut dapat berifat padat, cair, ataupun gas, karenanya pengelolaan limbah atau sampah rumah sakit harus dilakukan sesuai dengan jenis limbah. Mengingat diakhir tahun 2009 lalu terbit beberapa peraturan perundangan bidang kesehatan, perlu kiranya kita ketahui berbagai hal berikut : “Pada undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit pasal 10 dijelaskan bahwa persyaratan bangunan rumah sakit juga meliputi ruang untuk pengolahan sampah. Selain itu, pada pasal 11 diantara prasarana yang harus dimiliki rumah sakit adalah instalasi pengelolaan limbah. Dalam pengelolaan limbah ini dipersyaratkan harus memenuhi standar pelayanan, keamanan, serta keselamatan dan kesehatan kerja penyelenggaraan rumah sakit. Pengelolaan limbah rumah sakit meliputi pengelolaan limbah padat, air, bahan gas yang bersifat infeksius, bahan kimia beracun dan sebagian bersifat radioaktif, yang diolah secara terpisah (UU no 44 tahun 2009)”. Beberapa sampah atau limbah fasilitas kesehatan (Rumah sakit, puskesmas, dll) terkontaminasi. Jika tidak dikelola secara benar, sampah atau limbah terkontaminasi yang membawa mikroorganisme ini dapat menular pada petugas yang kontak dengan sampah tersebut termasuk masyarakat pada umumnya. Sampah atau limbah terkontaminasi meliputi darah, nanah, urin, tinja, serta bahan-bahan yang kontak dengannya, misalnya bekas pembalut luka. Sampah atau limbah dari kamar operasi (jaringan tubuh, darah, kasa, kapas, dll).dan dari laboratorium (darah, tinja, dahak, urin, biakan mikrobiologi) harus dianggap terkontaminasi. Alat-alat yang dapat melukai misalnya jarum, pisau yang dapat menularkan penyakit-penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C, AIDS juga digolongkan sebagai sampah terkontaminasi. Sampah atau limbah lain yang tidak mengandung bahan infeksius, tetapi digolongkan berbahaya karena mempunyai porensi berbahaya pada lingkungan meliputi : 1. Bahan-bahan kimia atau farmasi (misalnya kaleng bekas, botol, atau kotak tang mengandung obat kadaulwarsa, vaksin, reagen, disinfektan seperti formaldehid, glutaraldehid, bahan-bahan organik seperti aseton dan kloroform) 2. Sampah sitotoksik (misalnya obat-obat untuk khemoteraapi) 3. Sampah yang mengandung logam berat (misalnya air raksa dari termoteter yang pecah, tensi meter, bahan-bahan bekas gigi, dan cadmium dari baterai yang dibuang) 4. Wadah bekas berisi gas dan tidak dapat didaur ulang (misalnya kaleng penyembur) yang berbahaya dan dapat meledak apabila dibakar. Potensi pencemaran limbah rumah sakit Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, pelayanan gawat darurat, pelayanan medik dan non medik yang dalam melakukan proses kegiatan hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial, budaya dan dalam menyelenggarakan upaya dimaksud dapat mempergunakan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar terhadap lingkungan (Sofyan, 2010) . Limbah yang dihasilkan rumah sakit dapat membahayakan kesehatan masyarakat, yaitu limbah berupa virus dan kuman yang berasal dan Laboratorium Virologi dan Mikrobiologi yang sampai saat ini belum ada alat penangkalnya sehingga sulit untuk dideteksi. Limbah cair dan Iimbah padat yang berasal dan rumah sakit dapat berfungsi sebagai media penyebaran gangguan atau penyakit bagi para petugas, penderita maupun masyarakat. Gangguan tersebut dapat berupa pencemaran udara, pencemaran air, tanah, pencemaran makanan dan minuman. Pencemaran tersebut merupakan agen kesehatan lingkungan yang dapat mempunyai dampak besar terhadap manusia (Agustiani dkk, 1998). Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Pokok-Pokok Kesehatan menyebutkan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Oleh karena itu Pemerintah menyelenggarakan usaha-usaha dalam lapangan pencegahan dan pemberantasan penyakit pencegahan dan penanggulangan pencemaran, pemulihan kesehatan, penerangan dan pendidikan kesehatan pada rakyat dan lain sebagainya. Usaha peningkatan dan pemeliharaan kesehatan harus dilakukan secara terus menerus, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, maka usaha pencegahan dan penanggulangan pencemaran diharapkan mengalami kemajuan. Adapun cara-cara pencegahan dan penanggulangan pencemaran limbah rumah sakit antara lain adalah melalui proses pengelolaan limbah padat dan mencegah pencemaran makanan di rumah sakit. Sarana pengolahan/pembuangan limbah cair rumah sakit pada dasarnya berfungsi menerima limbah cair yang berasal dari berbagai alat sanitasi, menyalurkan melalui instalasi saluran pembuangan dalam gedung selanjutnya melalui instalasi saluran pembuangan di luar gedung menuju instalasi pengolahan buangan cair. Dari instalasi limbah, cairan yang sudah diolah mengalir saluran pembuangan ke perembesan tanah atau ke saluran pembuangan kota. Limbah padat yang berasal dari bangsal-bangsal, dapur, kamar operasi dan lain sebagainya baik yang medis maupun non medis perlu dikelola sebaik-baiknya sehingga kesehatan petugas, penderita dan masyarakat di sekitar rumah sakit dapat terhindar dari kemungkinan-kemungkinan dampak pencemaran limbah rumah sakit tersebut. Limbah Rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Limbah Rumah Sakit bisa mengandung bermacam-macam mikroorganisme bergantung pada jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang. Limbah cair rumah sakit dapat mengandung bahan organik dan anorganik yang umumnya diukur dan parameter BOD, COD, TSS, dan lain-lain. Sedangkan limbah padat rumah sakit terdiri atas sampah mudah membusuk, sampah mudah terbakar, dan lain-lain. Limbah- limbah tersebut kemungkinan besar mengandung mikroorganisme patogen atau bahan kimia beracun berbahaya yang menyebabkan penyakit infeksi dan dapat tersebar ke lingkungan rumah sakit yang disebabkan oleh teknik pelayanan kesehatan yang kurang memadai, kesalahan penanganan bahan-bahan terkontaminasi dan peralatan, serta penyediaan dan pemeliharaan sarana sanitasi yang masib buruk. Pembuangan limbah yang berjumlah cukup besar ini paling baik jika dilakukan dengan memilah-milah limbah ke dalam berbagai kategori. Untuk masing-masing jenis kategori diterapkan cara pembuangan limbah yang berbeda. Prinsip umum pembuangan limbah rumah sakit adalah sejauh mungkin menghindari resiko kontaminsai dan trauma (injury). jenis-jenis limbah rumah sakit meliputi bagian berikut ini. Jenis-jenis limbah rumah sakit meliputi bagian sebagai berikut ini : – Limbah klinik Limbah dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi. Limbah ini mungkin berbahaya dan mengakibatkan resiko tinggi infeksi kuman dan populasi umum dan staf Rumah Sakit. Oleh karena itu perlu diberi label yang jelas sebagai resiko tinggi. Contoh limbah jenis tersebut ialah perban atau pembungkusyang kotor, cairan badan, anggota badan yang diamputasi, jarum-jarum dan semprit bekas, kantung urine dan produk darah. – Limbah patologi Limbah ini juga dianggap beresiko tinggi dan sebaiknya diautoclave sebelum keluar dari unit patologi. Limbah tersebut harus diberi label biohazard. – Limbah bukan klinik Limbah ini meliputi kertas-kertas pembungkus atau kantong dan plastik yang tidak berkontak dengan cairan badan. Meskipun tidak menimbulkan resiko sakit, limbah tersebut cukup merepotkan karena memerlukan tempat yang besar untuk mengangkut dan menbuangnya. – Limbah dapur Limbah ini mencakup sisa-sisa makanan dan air kotor. Berbagai serangga seperti kecoa, kutu dan hewan pengerat seperti tikus merupakan gangguan bagi staf maupun pasien di Rumah Sakit. – Limbah radioaktif Walaupun limbah ini tidak menimbulkan persoalan pengendalian infeksi di rumah sakit, pembuangan secara aman perlu diatur dengan baik. Pemberian kode warna yang berbeda untuk masing-masing sangat membantu pengelolaan limbah tersebut (Jais, 2010) DAFTAR PUSTAKA Sofyan, 2010, http://community.um.ac.id/showthread.php?66696-Peranan-Rumah-Sakit-Dalam-Pengelolaan-Limbah Ahmad jais , 2010, http://www.tenangjaya.com/index.php/relevan-artikel/pengelolaan-limbah-medis-rumah.http http://eprints.undip.ac.id/533/1/halaman_51-55__Nadia_.pdf UU kesehatan no 44 tahun 2009

GAGAL JANTUNG

Gagal Jantung

1. Pengertian

Congestive Heart Failure (CHF) adalah keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaring an dan/atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal (Mansjoer, 2001).

Menurut Brunner dan Suddarth (2002) CHF adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan Oksigen dan nutrisi.

2. Etiologi

Menurut Hudak dan Gallo (1997) penyebab kegagalan jantung yaitu :

a. Disritmia, seperti: Bradikardi, takikardi, dan kontraksi premature yang sering dapat menurunkan curah jantung.

b. Malfungsi katup, dapat menimbulkan kegagalan pompa baik oleh kelebihan beban tekanan (obstruksi pada pengaliran keluar dari pompa ruang , seperti stenosis katup aortik atau stenosis pulmonal), atau dengan kelebihan beban volume yang menunjukan peningkatan volume darah ke ventrikel kiri.

c. Abnormalitas otot jantung, menyebabkan kegagalan ventrikel meliputi infark miokard, aneurisme ventrikel, fibrosis miokard luas (biasanya dari aterosklerosis koroner jantung atau hipertensi lama), fibrosis endokardium, penyakit miokard primer (kardiomiopati), atau hipertrofi l uas karena hipertensi pulmonal, stenosis aorta, atau hipertensi sistemik.

d. Ruptur miokard, terjadi sebagai awitan dramatik dan sering membahayakan kegagalan pompa dan dihubungkan dengan mortalitas tinggi. Ini biasa terjadi selama 8 hari pertama setelah infa rk.

Sedangkan menurut Brunner dan Suddarth (2002) penyebab gagal jantung kongestif, yaitu: kelainan otot jantung, aterosklerosis koroner, hipertensi sistemik atau pulmonal (peningkatan afterload) , peradangan dan penyakit miokardium degeneratif, penyakit jantung lain, faktor sistemik

3. Klasifikasi

Menurut Mansjoer (2001) berdasarkan bagian jantung yang mengalami kegagalan pemompaan, gagal jantung terbagi atas gagal jantung kiri, gagal jantung kanan, dan gagal jantung kongestif. Menurut New York Heart

Association (Mansjoer, 2001) klasifikasi fungsional jantung ada 4 kelas, yaitu:

Kelas 1 : Penderita kelainan jantung tanpa pembatasan aktivitas fisik. Aktivitas sehari-hari tidak menyebabkan keluhan.

Kelas 2 : Penderita dengan kelainan jantung yang mempunyai akti vitas fisik terbatas. Tidak ada keluhan sewaktu istirahat, tetapi aktivitas sehari – hari akan menyebabkan capek, berdebar, sesak nafas.

Kelas 3 : Penderita dengan aktivitas fisik yang sangat terbatas. Pada keadaan istirahat tidak terdapat keluhan, tetapi ak tivitas fisik ringan saja akan menyebabkan capek, berdebar, sesak nafas.

Kelas 4 : Penderita yang tidak mampu lagi mengadakan aktivitas fisik tanpa rasa terganggu. Tanda-tanda dekompensasi atau angina malahan telah terdapat pada keadaan istirahat.

4. Patofisiologi

Menurut Soeparman (2000) beban pengisian (preload) dan beban tahanan (afterload) pada ventrikel yang mengalami dilatasi dan hipertrofi memungkinkan adanya peningkatan daya kontraksi jantung yang lebih kuat, sehingga curah jantung meningkat. Pembebanan jantung yang lebih besar meningkatkan simpatis, sehingga kadar katekolamin dalam darah meningkat dan t erjadi takikardi dengan tujuan meningkatkan curah jantung. Pembebanan jantung yang berlebihan dapat mengakibatkan curah jantung menurun, maka akan terjadi redistribusi cairan dan elektrolit (Na) melalui pengaturan cairan oleh ginjal dan vasokonstriksi perifer dengan tujuan untuk memperbesar aliran balik vena

(Venous return) ke dalam ventrikel sehingga meningkatkan tekanan akhir diastolik dan menaikkan kembali curah jantung. Dilatasi, hipertrofi, takikardi , dan redistribusi cairan badan merupakan mekanisme kompensasi untuk mempertahankan curah jantung dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi badan.

Bila semua kemampuan mekanisme kompensasi jantung tersebut diata s sudah dipergunakan seluruhnya dan sirkulasi darah dalam badan belum juga tepenuhi, maka terjadilah keadaan gagal jantung. Gagal jantung kiri atau gagal jantung ventrikel kiri terjadi karena adanya gangguan pemompaan darah oleh ventrikel kiri sehingga curah jantung kiri menurun dengan akibat tekanan akhir diastol dalam ventrikel kiri dan volume akhir diastole dalam ventrikel kiri meningkat.

Keadaan ini merupakan beban atrium kiri dalam kerjanya untuk mengisi ventrikel kiri pada waktu diastolik, dengan akib at terjadinya kenaikan tekanan rata – rata dalam atrium kiri. Tekanan dalam atrium kiri yang meninggi ini menyebabkan hambatan aliran masuknya darah dari vena – vena pulmonal. Bila keadaan ini terus berlanjut, maka bendungan akan terjadi juga dalam paru – paru dengan akibat terjadinya edema paru dengan segala keluhan dan tanda – tanda akibat adanya tekanan dalam sirkulasi yang meninggi. Keadaan yang terakhir ini merupakan hambatan bagi ventrikel kanan yang menjadi pompa darah untuk sirkuit paru (sirkulasi kecil). Bila beban pada ventrikel kanan itu terus bertambah, maka akan merangsang ventrikel kanan untuk melakukan kompensasi dengan mengalami hipertropi dan dilatasi sampai batas kemampuannya, dan bila beban tersebut tetap meninggi maka dapat terjadi gagal jantung kanan, sehingga pada akhirnya terjadi gagal jantung kiri – kanan. Gagal jantung kanan dapat pula terjadi karena gangguan atau hambatan pada daya pompa ventrikel kanan sehingga isi sekuncup ventrikel kanan tanpa didahului oleh gagal jantung kiri. De ngan menurunnya isi sekuncup ventrikel kanan, tekanan dan volum akhir diastole ventrikel kanan akan meningkat dan ini menjadi beban atrium kanan dalam kerjanya mengisi ventrikel kanan pada waktu diastole, dengan akibat terjadinya kenaikan tekanan dalam atrium kanan. Tekanan dalam atrium kanan yang meninggi akan menyebabkan hambatan aliran masuknya darah dalam vena kava superior dan inferior ke dalam jantung sehingga mengakibatkan kenaikan dan adanya bendungan pada vena -vena sistemik tersebut (bendungan pada vena jugularis dan bendungan dalam hepar) dengan segala akibatnya (tekanan vena jugularis yang meninggi dan hepatomegali). Bika keadaan ini terus berlanjut, maka terjadi bendungan sistemik yang lebih berat dengan akibat timbulnya edema tumit atau tungkai bawah dan asites.

5. Manifestasi Klinis

Menurut Hudak dan Gallo (1997) tanda dan gejala yang terjadi pada gagal

jantung kiri antara lain kongesti vaskuler pulmonal, dyspnea, ortopnea, dispnea

nokturnal paroksismal, batuk, edema pulmonal akut, penurunan curah jantung,

gallop atrial (S3), gallop ventrikel (S4), crackles paru, disritmia, bunyi nafas

mengi, pulsus alternans, pernafasan chey ne-stokes, bukti – bukti radiologi

tentang kongesti vaskuler pulmonal. Sedangkan untuk gagal j antung kanan

antara lain curah jantung rendah, peningkatan JVP, edema, disritmia, S3 dan S4

ventrikel kanan, hiperesonan pada perkusi.

6. Diagnosis

Menurut Framingham ( Mansjoer, 2001) kriterianya gagal jantung kongestif ada 2 kriteria yaitu kriteria mayor dan kriteria minor.

a. Kriteria mayor terdiri dari:

1) Dispnea nokturnal paroksismal atau ortopnea

2) Peningkatan vena jugularis

3) Ronchi basah tidak nyaring

4) Kardiomegali

5) Edema paru akut

6) Irama derap S3

7) Peningkatan tekanan vena > 16 cm H2O

Refluks hepatojugular

b. Kriteria minor terdiri dari:

1) Edema pergelangan kaki

2) Batuk malam hari

3) Dyspnea

4) Hepatomegali

5) Efusi pleura

6) Kapasitas vital berkurang menjadi ? maksimum

7) Takikardi (>120 x/ menit)

Diagnosis ditegakkan dari dua kriteria mayor atau satu kriteria mayor dan dua kriteria minor harus ada di saat bersama an.

7. Potensial Komplikasi

Menurut Brunner & Suddarth (2002) potensial komplikasi mencakup: syok kardiogenik, episode tromboemboli, efus i perikardium, dan tamponade perikardium.

8. Pemeriksaan penunjang

Menurut Dongoes (2000) pemeriksaan penunjang yang dapat d ilakukan untuk menegakkan diagnosa CHF yaitu:

a. Elektro kardiogram (EKG)

Hipertropi atrial atau ventrikule r, penyimpangan aksis, iskemia, disritmia, takikardi, fibrilasi atrial.

b. Skan jantung

Tindakan penyuntikan fraksi dan memperkirakan gerakan dinding .

c. Sonogram (ekocardiogram, ekokardiogram dopple)

Dapat menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perubahan dalam fungsi/ struktur katup, atau area penurunan kontraktili tas ventrikular.

d. Kateterisasi jantung

Tekanan abnormal merupakan indikasi dan membantu membedakan gagal jantung kanan dan gagal jantung kiri dan stenosis katup atau insufisiensi.

e. Rongent dada

Dapat menunjukkan pembesaran jantung, bayangan mencerminkan dilatasi atau hipertropi bilik, atau perubahan dalam pembuluh darah abnormal.

f. Enzim hepar

Meningkat dalam gagal / kongesti hepar.

g. Elektrolit

Mungkin berubah karena perpindahan cairan / penurunan fungsi ginjal, terapi diuretik.

h. Oksimetri nadi

Saturasi Oksigen mungkin rendah terutama jika gagal jantung kongestif akut menjadi kronis.

i. Analisa gas darah (AGD)

Gagal ventrikel kiri ditandai dengan alkaliosis respiratori ringan (dini) atau hipoksemia dengan peningkatan PCO2 (akhir).

j. Blood ureum nitrogen (BUN) dan kreatinin

Peningkatan BUN menunjukkan penurunan fungsi ginjal. Kenaikan baik BUN dan kreatinin merupakan indikasi gagal ginjal.

k. Pemeriksaan tiroid

Peningkatan aktifitas tiroid menunjukkan hiperaktifitas tiroid sebagai pre pencetus gagal jantung kongestif.

9. Penatalaksanaan

Menurut Mansjoer (2001) prinsip penatalaksanaan Congestive Heart Failure adalah:

a. Meningkatkan Oksigenasi dengan pemberian Oksigen dan menurunkan konsumsi O2 melalui istirahat / pembatasan aktivitas.

b. Memperbaiki kontraktilitas otot jantung

1) Mengatasi keadaan reversibel termasuk tirotoksikosis, miksedema dan aritmia.

2) Digitalisasi, digoksin, condilamid.

c. Menurunkan beban jantung

1) Menurunkan beban awal dengan:

a) Diit rendah garam

b) Diuretik: furosemid ditambah kalium

c) Vasodilator: menghambat Angiotensin-converting enzyme (ACE),

Isosorbid dinitrat (ISDN), nitrogliserin, nitroprusid.

2) Menurunkan beban akhir dengan dilator arteriol.

www.dokter-online.org

 

Sintaksis

Sintaksis

audara, kajian sintaksis bahasa Indonesia merupakan kelanjutan dari kajian fonologi dan morfologi bahasa Indonesia yang telah Anda pelajari pada subunit 1 sebelumnya. Istilah sintaksis berasal dari bahasa Belanda syntaxis.

Dalam bahasa Inggris digunakan istilah syntax. Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase (Ramlan, 2001). Tidak berbeda dengan pendapat tersebut, Tarigan (1984) mengemukakan bahwa sintaksis adalah salah satu cabang dari tatabahasa yang membicarakan struktur kalimat, klausa, dan frasa, misalnya:

Saya dan Ali sedang menggambar lukisan pemandangan ketika nenek

Aminah sedang memasak nasik goreng

Contoh di atas dapat diklasifikasikan atas :

satu kalimat :

Saya dan Ali sedang menggambar lukisan pemandangan ketika

nenek Aminah sedang memasak nasik goreng

dua klausa :

(1) Saya dan Ali sedang menggambar lukisan pemandangan;

(2) ketika nenek Aminah sedang memasak nasik goreng

enam frasa :

(1) Saya dan Ali

(2) sedang menggambar

(3) lukisan pemandangan

(4) nenek Aminah

(5) sedang memasak

(6) nasik goreng

Frase Bahasa Indonesia

Untuk memudahkan pemahaman Anda mengenai frase, perhatikan

kalimat berikut yang dicontohkan oleh Ramlan (1988).

5 – 4 Unit 5

Dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di perpustakaan.

Kalimat itu terdiri dari satu klausa, yaitu Dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru diperpustakaan. Selanjutnya, klausa terdiri dari empat unsur yang lebih rendah tatarannya, yaitu dua orang mahasiswa, sedang membaca, buku baru, dan di perpustakaan. Unsur-unsur itu ada yang terdiri dari dua kata, yakni sedang membaca, buku baru, di perpustakaan, dan ada yang terdiri dari tiga kata, yaitu dua orang mahasiswa. Di samping itu, masingmasing unsur itu menduduki satu fungsi. Dua orang mahasiswa menduduki fungsi S, sedang membaca menduduki fungsi P, buku baru menempati fungsi O, dan di perpustakaan menempati fungsi KET. Demikianlah, unsur klausa yang

terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi itu merupakan satuan gramatik yang disebut frase. Jadi, frase ialah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa.

Selain contoh di atas, Supriyadi, dkk. (1992) menguraikan cara mengenal

frase bahasa Indonesia seperti berikut.

Perhatikan unsur setiap fungsi yang terdapat kalimat-kalimat berikut:

(1) Saya guru. (SP)

(2) Ayah saya guru. (SP)

(3) Adik teman saya guru bahasa Indonesia. (SP)

Unsur manakah yang mempunyai fungsi S dan yang mempunyai fungsi P pada kalimat di atas? Selanjutnya, hitunglah jumlah kata yang terdapat pada setiap kalimat di atas. Sesuai dengan struktur fungsional ketiga kalimat itu, hasil kerja Anda dapat digambarkan dalam bentuk tabel berikut.

No

Fungsi

S P

1 Saya guru

2

ayah saya

guru

ayah saya

3

adik teman saya guru bahasa Indonesia

adik

teman saya

guru

bahasa Indonesia

teman saya bahasa Indonesia

Berapakah jumlah kata pada masing-masing kalimat di atas? Jawabannya jelan, bukan? Setiap kata merupakan unsur terkecil satuan sintaktik. Artinya, dalam bidang sintaktik kata-kata tersebut tidak perlu diuraikan lagi atas unsur unsurnya yang lebih kecil. Mengapa? Ingat kembali struktur fonologi dan morfologi.

Pada kalimat (2) dan (3) terdapat kelompok kata: ayah saya, adik teman

saya, teman saya, guru bahasa Indonesia, bahasa Indonesia. Kelompok tersebut merupakan satuan gramatis, dan pembahasannya berada dalam bidang sintaksis. Karena itu, satuan gramatis semacam itu termasuk satuan sintaktik.

Satuan sintaktik di atas ada yang menduduki fungsi S: ayah saya, adik

teman saya; fungsi P: guru bahasa Indonesia. Ada pula yang hanya menduduki sebagian fungsi dari kalimat: teman saya (bagian S), bahasa Indonesia (bagian P). Masing-masing tidak melewati batas fungsi, baik S maupun P. Satuan sintaktik semacam ini disebut frase. Jadi, dapat disimpulkan bahwa frase adalah kelompok kata yang mendududuki suatu fungsi (subjek, predikat, pelengkap, objek, dan keterangan) dan kesatuan makna dalam kalimat.

Jenis Frase

Ramlan (1981) membagi frase berdasarkan kesetaraan distribusi

unsur unsurnya atas dua jenis, yakni frase endosentrik dan frase eksosentrik.

(1) Frase endosentrik

Frase endosentrik yang distribusi unsur-unsurnya setara dalam

kalimat. Frase endosentrik terbagi atas tiga jenis:

(a) frase endosentrik koordinatif yakni frase yang unsur-unsurnya setara,

dapat dihubungkan dengan kata dan, atau, misalnya :

- rumah pekarangan

- kakek nenek

- suami isteri

(b) frase endosentrik atributif, yakni frase yang unsur-unsurnya tidak

setara sehingga tak dapat disisipkan kata penghubung dan, atau,

misalnya:

- buku baru

- sedang belajar

- belum mengajar

(c) Frase endosentrik apositif, yakni frase yang unsurnya bisa saling

menggantikan dalam kalimat tapi tak dapat dihubungan dengan kata dan dan atau

Mmisalnya:

- Almin, anak Pak Darto sedang membaca

- - ,anak Pak Darto sedang belajar

- Ahmad, – sedang belajar

(2) Frase eksosentrik adalah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya, misalnya:

- di pasar

- ke sekolah

- dari kampung

Frase ditinjau dari segi persamaan distribusi dengan golongan atau kategori kata, frase terdiri atas: frase nominal, frase verbal, frase ajektival, frase, pronomina, frase numeralia. (Depdikbud, 1988).

(1) Frase verbal adalah satuan bahasa yang terbentuk dari dua kata atau lebih dengan verba sebagai intinya dan tidak merupakan klausa.

Misalnya:

- Kapal lauat itu sudah belabuh

- Bapak saya belum pergi.

- Ibu saya sedang mencuci

(2) Frase nominal adalah dua buah kata atau lebih yang intinya dari dari nominal atau benda dan satuan itu tidak membentuk klausa.

Misalnya:

- Kakek membeli tiga buah layang-layang.

- Amiruddin makan beberapa butir telur itik.

- Syarifuddin menjual tigapuluh kodi kayu besi

(3) Frase ajektival adalah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih sedang intinya adalah ajektival (sifat) dan satuan itu tidak membentuk

klausa, misalnya:

- Ibu bapakku sangat gembira

- Baju itu sangat indah

- Mobil ferozamu baru sekali

(4) Frase pronomina adalah dua kata atau lebih yang intinya pronomina dan hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat.

Misalnya :

- Saya sendiri akan pergi ke pasar

- Kami sekalian akan bekunjung ke Tator

- Kamu semua akan pergi studi wisata di Tator

(5) Frase numeralia adalah dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat namun satuan gramatik itu intinya pada numeralia.

Misalnya:

- Tiga buah rumah sedang terbakar

- Lima ekor ayam sedang terbang

- Sepuluh bungkus kue akan dibeli

Klausa Bahasa Indonesia

Suatu ujaran yang terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan, misalnya Saya sedang makan kue di rumah merupakan sebuah klausa sekaligus sebuah kalimat, yakni kalimat tunggal. Akan tetapi, ujaran Ibu sedang mencuci piring ketika Ayah pulang dari pasar bukan sebuah klausa tetapi kalimat,

yakni kalimat majemuk. Hal tersebut berdasar pada definisi yang dikemukakan oleh Kridalaksana (1982:85) bahwa “klausa adalah satuan gramatikal berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya tediri dari subjek dan predikat dan mempunyai potensi untuk menjadi kalimat.” Pengertian yang sama dikemukakan oleh Ramlan (1981:62) sebagai berikut

“Klausa dijelaskan sebagai satuan gramatik yang terdiri atas dari P, baik disertai S, O, PEL, dan KET atau tidak. Dengan ringkas klausa ialah (S) P (O), (PEL) (KET). Tanda kurung menandakan bahwa

apa yang terletak dalam kurung itu bersifat manasuka, artinya boleh ada, boleh juga tidak ada.”

Berdasarkan pengertian di atas, klausa adalah satuan gramatik yang unsur-usurnya minimal terdiri atas Subjek-Predikat dan maksimal unsurnya terdiri atas Subjek-Predikat-Objek-Pelengkap-Keterangan

Misalnya:

- Saya makan

- Saya sedang makan nasi

- Saya sedang makan nasi kemarin

- Saya sedang memasakkan nasi kakakku

Jenis Klausa

Klausa dilihat dari segi kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi Predikat terdiri atas klausa: nominal, klausa verbal, klausa bilangan, dan klausa depan. ( Ramlan,1981).

(1) Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya terdiri dari kata atau frasa golongan nomina.

Misalnya:

- Ia guru IPA

- Yang dibeli pedagang itu kayu

 

(2) Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya terdiri dari kata atau frasa kategori verbal, dan klausa vebal terbagi atas empat jenis, yakni:

(a) Klausa verbal yang ajektif adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan verbal yang termasuk kategori sifat sebagai pusatnya.

Misalnya:

- Rumahnya sangat luas

- Motornya sangat mahal

- Rumahnya indah sekali

(b) Klausa verbal intransitif adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan kata kerja intransitif sebagai unsur intinya.

Misalnya:

- Burung merpati sedang terbang di angkasa

- Adikku sedang bermain-main di lapangan

- Pesawat Lion Air belum mendarat di Lanud Hasanuddin

(c) Klausa verbal yang aktif adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan verbal yang transitif sebagai unsur intinya.

Misalnya:

- Ibuku sedang mencuci piring

- Pamanku sedang mengajarkan IPS

- Guru-guruku sedang mengikuti pelatihan PIPS

(d) Klausa verbal yang reflektif adalah klausa yang predikatnya dari kata verbal yang tergolong kata kerja reflektif.

Misalnya:

- Mereka sedang mendinginkan diri

- Anak-anak itu sedang menyelamatkan diri

- Kakek Ady telah mengobati peenyaakinya

(e) Klausa verbal yang resiprok adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan verbal yang termasuk kata keja resiprok.

Misalnya:

- Mereka saling melempar batu karang.

- Mereka tolong menolong di sungai

- Anak-anak itu ejek-mengejek di sekolah

(3) Klausa bilangan adalah klausa yang predikatnya dari kata atau frasa golongan bilangan.

Misalnya:

- Kaki meja itu empat buah

- Mobil itu delapan rodanya.

- Rumah panggung itu duapuluh tiangnya

(4) Klausa depan adalah klausa yang predikatnya dari kata atau frasa depan yang diawali kata depan sebagai penanda.

Misalnya:

- Baju dinas itu untuk pegawai pemda.

- Mobil itu dari Amerika.

- Makanan lezat itu buat adik-adikmu.

Kalimat Bahasa Indonesia

Ahli tatabahasa tradisional menyatakan bahwa kalimat adalah satuankumpulan kata yang terkecil yang mengandung pikiran yang lengkap.

Misalnya, “Saya makan nasi.” Defenisi tersebut tidak universal karena kadangkala ada kalimat yang terdiri atas satu kata tetapi maknanya dapat dipahami secara lengkap, misalnya Pergi! (pergi dari sini sekarang juga).

Keraf (1984:156) mendefinisikan kalimat sebagai satu bagian dari ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan*), sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap. Pengertian tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Kridalaksana (1982:72) bahwa “kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual dan potensial terdiri dari klausa. Misalnya:

- Diam!

- Amin membeli kue di pasar.

Selain pendapat tersebut, dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988) dinyatakan bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara kebahasaan. Dalam wujud lisan, kalimat diiringi oleh alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi selesai, dan diikuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau asimilasi bunyi. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru.

 

Jenis Kalimat

Dari segi bentuk, kalimat dapat dikelompokkan atas dua jenis: (a)kalimat tunggal dan (b) kalimat majemuk. Kedua jenis kalimat tersebut masingmasing terbagi atas beberapa jenis. Agar lebih jelas, silakan perhatikan skema berikut.

1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola (SP, SPO, SPOK) atau kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa.

Contoh:

- Dia pergi.

- Dia melempar mangga.

- Ahmad pergi ke pasar kemarin sore.

2. Jenis Kalimat tunggal

Jenis kalimat tunggal terdiri atas lima macam, yakni kalimat nominal, kalimat ajektival, verbal, dan kalimat preposisional (Depdikbud, 1988). Kelima jenis kalimat tunggal tersebut adalah sebagai berikut.

(1) Kalimat nominal yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata benda.

Misalnya:

- Ibuku petani sawah

Jenis

kalimat

Kalimat

Tunggal

bentuk

makna

K. Nominal

K. Verbal

K. Ajektival

K. preposisi

intransitif

ekatransitif

dwitransitif

pasif

semitransitif

berita tanya perintah seru

Kalimat

Majemuk

Majemuk Setara : penambahan, berlawanan, pemilihan, sebab

Kalimat Majemuk bertingkat

Kalimat majemuk campuran

 

- Ayahku pegawai kantor pajak.

- Kakakku tukang kayu.

(2) Kalimat verbal yakni kalimat tunggal yang predikatnya dibentuk dari kata kerja/ verbal. Kalimat verbal terdiri atas lima macam yakni kalimat verbal intransitif, ekatransitif, dwitransitif, semitransitif, dan pasif

(a) Kalimat intransitif adalah kalimat tunggal yang prediktnya tidak memerlukan objek, misalya:

- Pak desa belum pergi ke kantor

- Ibunya sedang berenang di kolam

- Adik-adikku telah belajat matematika.

(b) Kalimat ekatransitif, yakni kalimat tunggal yag predikatnya hanya memerlukan objek tanpa diikuti pelengkap.,misalnya

- Saya makan nasi goreng

- Ibu mencuci pakaian

(c) Kalimat dwitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya memerlukan objek dan pelengkap, misalnya:

- Ali membelikan adiknya baju tadi malam

- Nurhani memasakkan nasi suaminya kemarin.

- Suwarni mendengakan neneknya bicara di kamar

(d) Kalimat semitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari semitransitif, misalnya

- Alimuddin kehilangan uang milyaran kemarin

- Rumah Pak Desa kemasukan pencuri.

- Ibu Aminah kedatangan tamu dari Jakarta

(e) Kalimat pasif adalah kalimat tunggal yang predikatnya biasanya dari kata kerja berawalan di- , misalnya

- Rumah itu dibeli oleh Pak Alimin Syahid.

- Motor itu dijual oleh Toko Mandala.

- Persoalan itu telah diselesaikan oleh Camat Makassar

(f) Kalimat ajektival yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata sifat atau ajektival, misalnya:

- Buku bahasa Inggrisku sangat tebal,

- Rumahku besar sekali

- Keluarga itu sangat sopan dan bijaksana

(g) Kalimat preposisional yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata depan atau preposisi, misalnya:

- Tempat tinggalnya di Makasar

- Beras ciliwung itu dari Sidrap

- Wesel pos ini untuk Miranda

Di samping itu, Menurt (Keraf, 1982) kalimat tunggal dilihat dari segi maknanya dapat dikelompokkan atas empat macam, yakni:

(1) kalimat berita,

(2) kalimat tanya,

(3) kalimat perintah, dan

(4) kalimat seru.

Kalimat berita

Kalimat berita adalah kalimat yang digunakan bila kita ingin mengutarakan suatu peristiwa atau kejadian yang kita alami dan atau yang dialami orang lain.

Misalnya:

Ali pergi ke Jakarta kemarin.

Jalan itu sangat licin.

Saya mau berangkat ke Jakarta besok pagi.

Kalimat tanya.

Kalimat tanya, kalimat yang maksudnya atau berfungsi untuk menanyakan sesuatu, yang di dalamnya terdapat tiga kemungkinan ciri:

(1) mengunakan intonasi tanya, dan atau

(2) menggunakan kata tanya, dan atau

(3) menggunakan partikel -kah.

Misalnya, seperti berikut.

Ibu datang?

Kapan Ibu datang?

Akankah ibu datang?

Jenis kata tanya yang biasa digunakan dalam kalimat tanya dapat dikelompokkan menurut sifatnya, sebagai berikut:

(a) Untuk menanyakan benda/hal: apa, untuk apa, tentang apa.

Misalnya:

Apa yang kamu cari di sini?

Untuk apa kamu bekerja siang dan malam?

Tentang apa yang masih belum jelas bagimu?

(b) Untuk menanyakan manusia: siapa, dengan siapa, untuk siapa.

Misalnya:

- Siapa yang kaucari kemarin sore?

- Dengan siapa Anda pergi ke Jakarta?

- Untuk siapa Anda bekerja keras selama ini?

(c) Untuk menanyakan jumlah: berapa, berapa banyak.

Misalnya:

- Berapa buku yang Anda perlukan bulandepan?

- Berapa banyak uang yang akan kaupinjam sekarang?

(d) Untuk menanyakan pilihan: mana, yang mana,

Misalnya:

- Mana yang kausenangi, membeli baju atau celana?

- Yang mana kau pilih , belajar di Unhas atau di UNM?

(e) Untuk menanyakan tempat: di mana, ke mana, dari mana.

Misalnya:

- Di mana engkau akan tiggal bulan depan?

- Ke mana Dia akan pergi merantau?

- Dari mana Amin pergi baru sekarang kelihatan?

(f) Untuk menanyakan temporal: bila, kapan, bilamana, apabila.

Misalnya:

- Bila dia selesai studinya di UGM?

- Kapan Kamarudin menjadi dosen IPS di UNJ?

- Bilamana Hamid menyelesaikan pembangunan rumahnya?

(g) Untuk menanyakan kausalitas: mengapa, apa sebab, akibat apa.

Misalnya:

- Mengapa Anda tidak mau menjadi guru?

- Apa sebabanya Anda jarang pergi ke kampung halamannya?

- Akibat apa yang ditimbulkan jika malas belajar di masa muda?

Kalimat tanya terdiri atas tiga macam:

(1) kalimat tanya biasa: kalimat yang benar-benar menanyakan sesuatu.

(2) kalimat tanya retoris: kalimat yang menanyakan menggunakan ciri kalimat tanya tetapi tidak perlu dijawab. Kalimat ini biasa dipakai orang yang berpidato sebagai cara untuk menarik perhatian pendengar.

(3) kalimat yang senilai perintah: bentuknya bertanya tetapi maksudnya menyuruh, misalnya “Apakah jendela itu bisa dibuka sekarang?”

Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang maksudnya menyuruh orang lain melakukan sesuatu.

Misalnya:

- Buatlah satu kalimat yang berpola SPOK!

- Pergilah ke sekolah!

- Carilah pekerjaan apa saja, yang penting halal.

Kalimat perintah mempunyai beberapa jenis:

(1) Suruhan

Misalnya:

- Pergi dari sini!

- Makan obat dahulubaru ke sekolah!

- Angkat segera barang itu!

(2) Permintaan

Misalnya:

- Tolong bawa surat ini ke kantor pos!

- Bisakah Anda buatkan lukisan pemandangan!

- Mohon buatkan meja kayu!

(3) Memperkenankan

Misalnya :

- Masuklah ke dalam kalau Anda perlu!

- Silakan keluarlah jika ada yang mau dibeli!

- Disilakan berangkat dahulu!

(4) Ajakan

Misalnya:

- Marilah kita istirahat sejenak!

- Mari kita bekerja sama-sama!

- Ayo kita makan sama-sama!

(5) Larangan

Misalnya :

- Jangan pergi hari ini!

- Tidak boleh pergi pada tengah malam!

- Jangan pergi ke pasar

(6) Bujukan:

Misalnya:

- Tidurlah ibu menjagamu, sayang!

- Makan bersama neneklah, nanti saya yang jaga di luar!

(7) Harapan

Misalnya:

- Mudah-mudahan Anda selamat sampai di tujuan!

Kajian Bahasa Indonesia di SD 5- 15

- Semoga Anda sehat al afiat!

- Semoga Anda sukses selalu!

Kalimat seru

Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan perasaan kagum. Karena rasa kagum berkaitan dengan sifat, maka kalimat seru hanya dapat dibuat dari kalimat berita yang predikatnya adjektiva (Depdikbud, 1988).

Contoh:

- Alangkah bebasnya pergaulan mereka!

- Bukan main bodohnya anak itu!

- Sungguh cerdas anak itu!

3. Kalimat majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang di dalamnya terdapat lebih dari satu pola kalimat, misalnya: SP + SP, SPO + SPO; atau kalimat yang di dalamnya terdapat induk kalimat (diterangkan) dan anak kalimat (menerangkan).

Contoh:

- Saya minum teh dan bapak minum kopi. (majemuk setara)

- Kami sedang makan ketika paman datang kemarin. (majemuk bertingkat)

- Pak Bupati telah menyelenggarakan sebuah malam kesenian, yang dimeriahkan oleh para artis nasional, serta dihadiri para pejabat muspida. (majemuk campuran)

Kalimat majemuk menurut Keraf (1982) terdiri atas atas tiga jenis yakni:

(1) Kalimat majemuk setara

(2) Kalimat majemuk bertingkat

(3) Kalimat majemuk campuran

Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara terbagi atas empat jenis: yakni kalimat mejemuk setara penambahan, kalimat majemuk setara pemilihan, kalimat majemuk setara perlawanan, dan kalimat majemuk setara sebab.

(a) Kalimat majemuk setara penambahan ádalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata-kata penghubung: dan, lagi pula, serta. Misalnya:

- Adi belajar IPS dan Erni belajar IPA.

- Tuti sangat pintar mejahit lagi pula sangat baik budi

- Muhaimin pergi ke pasar serta pergi ke kebun pada hari ini

(b) Kalimat majemuk setara pemilihan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata-kata pengubung atau, baikmaupun,

Misalnya:

- Engkau mau pergi ke Jakarta atau mau pergi ke Semarang?

- Pemerintah perlu meningkatkan mutu pendidikan, baik mutu pendidikan dasar-menengah maupun mutu pendidikan tinggi.

(c) Kalimat majemuk setara perlawanan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung: tetapi, namun, padahal.

Misalnya:

- Dia mau belajar tetapi diberi hadiah dulu.

- Meskipun sakit jantung, Ali tetap bekerja di bengkel.

- Dia kelihatan sehat padahal memiliki penyakit kronis.

- Alimuddin sering marah kepada siswanya namun demikian tidak sampai dalam hatinya.

(d) Kalimat majemuk setara sebab-akibat adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung: sebab, karena, behubung, akiba.,

Misalnya

- Saya tidak pergi karena sakit.

- Kamaruddin tidak masuk bekerja sebab pergi ke kampungnya.

- Hutan di hulu sungai Saddang sudah rusak total, akibatnya sering banjir di hilir

Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau lebih, satu sebagai induk kalimat (diterangkan) dan satu sebagai anak kalimat (menerangkan). Atau, kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sehingga perluasan itu membentuk satu atau beberapa pola kalimat baru, selain pola pola yang sudah

ada.

Misalnya:

- Rumah kami kosong waktu pencuri masuk.

- Pak tani yang rajin itu memberantas hama padi.

- Kebersamaan sangat penting bagi rakyat Indonesia agar negara ini

semakin maju.

Kalimat majemuk campuran

Kajian Bahasa Indonesia di SD 5- 17

Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat yang terdiri atas sebuah pola atasan dan sekurang-kurangnya dua pola bawahan, atau sekurangkurangnya dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan (Keraf, 1981).

Misalnya:

- Universitas Negeri makassar telah melaksanakan seminar nasional tentang peningkatan mutu pendidikan, yang dihadiri Menteri Pendidikan Nasional, Gubernur Sulawesi Selatan, pejabat tinggi lainnya, serta pencinta pendidikan di kota Makassar dan sekitarnya.

Bagaimana? Apakah sudah mempelajari dengan baik materi di atas? Kalau sudah, untuk lebih memantapkan pemahaman Anda terhadap materi subunit 1 ini cobalah kerjakan latihan berikut.

1. Tentukanlah berapa frase yang terdapat dalam kalimat berikut dan yang manakah frase nominal, frase verbal ,frase numeralia, dan frase preposisional! Lima pejabat tinggi telah mengungjungi kantor PGSD di Parepare.

2. Perhatikan kalimat berikut, yang mana klausa nominal, klausa verbal, klausa bilangan, dan klausa depan?

- Ayahku sedang membersihkan halaman.

- Beras kepala itu dari Banywangi.

- Kursi itu empat kakinya.

- Ibuku guru sekolah dasar

3. Tuliskan masing-masing satu contoh jenis kalimat: verbal ekatransitif, kalimat verbal dwitransitif, kalimat verbal semitransitif, kalimat ajektival, dan kalimat nominal!

Rambu-rambu pengerjaan latihan.

1. Untuk menyelesaikan tugas 1, akan mudah jika Anda mengikuti contoh cara menganalisis frase yang dikemukakan oleh Ramlan dan Supriyadi dkk. Baca kembali uraian tersebut dengan baik.

2. Tugas nomor 2 dapat Anda kerjakan jika memahami dengan baik defenisi kalimat secara umum. Begitu pula defenisi kalimat dalam wujud lisan dan dalam wujud tulisan. Masih ingat, bukan? Kalau belum, silakan baca kembali.

Rangkuman

Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase. Frase adalah kelompok kata yang mendududuki fungsi tertentu (subjek, predikat, pelengkap, objek, dan keterangan) dalam kalimat. Frase dilihat dari segi hubungan distribusi unsurunsurnya terdiri atas frase endosentrik (atributif, koordinatif, apositif) dan eksosentrik; frase dilihat dari segi kategori katanya terdiri atas empat macam frase: nominal, verbal, ajektival, numeralia, fromina. Klausa adalah satuan gramatik yang minimal terdiri atas subjek-predikat dan maksimal terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan dan mempunyai potensi sebagai kalimat. Klausa dilihat dari kategori kata yang menduduki predikat terdiri atas klausa verbal (ajektif, intransitif, aktif, pasif, dan resiprokal), klausa nominal, klausa bilangan, dan klausa depan.

Adapun kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual dan potensial terdiri dari klausa. Kalimat ditinjau dari segi jumlah pola struktur dikandungnya terdiri atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola. Sedangkan kalimat majemuk adalah kalimat yang g terdiri atas dua pola atau lebih. Kalimat tunggal terdiri atas beberapa jenis, yakni kalimat nominal, kalimat verbal (intransitif, ekatransitif, dwritransitif, semi transitif, pasif) kalimat ajektival, kalimat preposisional. Dan kalimat tunggal ditinjau dari segi maknanya terdiri atas kalimat berita, tanya, dankalimat seru. Adapun jenis kalimat majemuk terdiri atas dua majenis, yakni kalimat majemuk setara (penjumlahan pertentang, pemilihan, sebab), kalimat mejemuk bertingkat dan kalimat majemuk bertingkat.

 

MAKALAH PERSPEKTIF GLOBAL ISU-ISU DALAM KAITANNYA DENGAN KEPENTINGAN NASIONAL

MAKALAH

PERSPEKTIF GLOBAL

ISU-ISU DALAM KAITANNYA DENGAN KEPENTINGAN NASIONAL

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

Strategi Belajar Mengajar

 

Disusun oleh :

  1. Tifa Nasrul A                     (K7109195)
  2. Wiwin Kurniyanti              (K7109205)
  3. Yohan Mahendra               (K7109214)

 

 

PROGRAM S1 PGSD

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

 

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Perspektif Global dengan tepat waktu.

Makalah ini disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Perspektif Global, yang disusun secara sistematis. Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu.

Dalam penyusunan makalah ini tentunya masih banyak kekurangan, oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun kepada para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun pada khususnya, dan bagi pembaca pada umumnya.

 

 

Surakarta,  April 2011

 

Tim Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

Peningkatan jumlah penduduk mambawa dampak yang sangat luas terhadap segala kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan tadi, manusia mengumpulkan berbagai cara dan alat yang kita kenal dengan “teknologi”, yang dewasa ini telah berkembang dengan pesat. Perkembangan ini menandakan adanya peningkatan SDM.

Perkembangan peningkatan kemajuan teknologi untuk melayani kebutuhan hidup merupakan salah satu ciri peningkatan SDM. Pengetahuan-ilmu-teknologi merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, sehingga sering kita sebut IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

Kemajuan IPTEK telah membawa peningkatan pemanfaatan SDA dan lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Misalnya kemajuan IPTEK elektronik-elektronik yang menghasilkan “Multimedia” yang meliputi radio, telepon, TV, faximile, dan internet. Kemajuan dalam bidang ini telah memperlancar dan mempercepat arus berita serta informasi secara global, sehingga batasan antar Negara seolah-olah tidak terlihat.

Pada hari-hari mendatang, kontak antar manusia baik secara fisik melalui alat transportasi (darat, laut, udara) maupun secara tidak langsung melalui multimedia akan semakin intensif. Suasana tersebut akan membawa dampak pergeseran nilai, norma, pemikiran, dan pandangan hidup kita terhadap masa yang akan datang. Fenomena dan isu-isu global secara negative harus sungguh-sungguh kita waspadai. Sedangkan kenyataan-kenyataan global yang positif wajib kita serap demi peningkatan kualitas hidup bersama.

 

 

 

 

 

Isu-isu dengan kaitannya dengan

Kepentingan nasional

Mengenai isu dan masalah global, Merry M. Merryfield (1997:8) mengemukakan pokok-pokok penduduk dan keluarga berencana (population and family planning), hak rakyat menentukan pemerintahan sendiri (self determination), pembangunan (development), hak asasi manusia (human right), emigrasi, imigrasi dan pengungsian (emigration, immigration and refugees), kepemilikan bersama secara global (the global commnos), kelaparan dan bahan pangan (bunger and food), perdamaian dan keamanan (peace and security), prasangka dan diskriminasi (prejudice and discrimination). Isu dan masalah yang telah dikemukakan tadi, bukan lagi dirasakan secara local maupun regional, namun kini sudah dirasakan oleh seluruh dunia. Badan dan lembaga dunia yang merupakan bagian dari PBB maupun yang berada diluar PBB seperti LSM telah menaruh perhatian yang seriau mengenai hal tersebut.

 

Penduduk dan Keluarga Berencana

Masalah penduduk merupakan masalah yang sudah mendunia. Persoalan ketidakseimbangan antara pertumbuhan dan jumlah penduduk dengan ketersediaan bahan pangan, lapangan kerja serta pamukiman yang merupakan masalah kesejahteraan, bukan hanya masalah yang menimpa Indonesia melainkan masalah yang dialami juga oleh Negara-negara  di dunia.

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah penduduk yaitu dengan melakukan program Keluarga Berencana (KB) dengan mengatur jumlah anggota keluarga demi kesejahteraan masing-masing keluarga. Program ini selain merupakan upaya pemecahan masalah, pada pelaksanaannya juga masih menjadi permasalahan global.

 

Pembangunan

Pembangunan menurut Bartelmus (1986:3) merupakan proses yang berupaya memperbaiki kondisi hidup masyarakat, baik kondisi material maupun non material termasuk kebutuhan fisikal, telah-sedang-akan dilakukan oleh semua bangsa di dunia ini. Namun karena pelaksanaannya melibatkan semua sumber baik SDA maupun SDM termasuk kemampuan IPTEKnya, pembangunan masih mengalami berbagai masalah dan kendala. Dengan demikian pembangunan merupakan suatu masalah global.

 

Hak Asasi Manusia (HAM)

Kita semua meyakini firman Allah dalam Al Quran, surat Al Hujarat, ayat 13 yang artinya sebagai berikut:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mengenal.

Dalam kehidupan di masyarakat hak asasi manusia mendapat perlakuan yang berbeda-beda oleh pihaik-pihak tertentu, sehingga terjadi suatu pelanggaran HAM. Diskriminasi rasial, etnis, agama, dan lainnya merupakan contoh pelanggaran HAM. HAM ini tidak hanya merupakan masalah local dan regional di kawasan tertentu, namun juga merupakan masalah global.

 

 

 

 

Migrasi

Perpindahan penduduk, baik dala emigrasi, imigrasi maupun pengungsian terjadi  dimana-mana di dunia ini. Faktornya bermacam-macam, mulai dari factor ekonomi, bencana alam, wabah, politik sampai keamanan. Bagi pelakunya mungkin merupakan jalan keluar  dari masalah yang dialaminya, namun bagi kawasan yang didatangi mungkin akan menjadikan suatu masalah, karena mnyangkut tempat penampungan, lapangan kerja, bahan kebutuhan, dan lain-lainnya. Masalah migrasi ini merupakan suatu maslah global.

 

Lingkungan dan Sumber Daya

Berdasarkan UU RI No.4 tahun 1982, menyatakan bahwa pengertian lingkungan hidup adalah  sebagai berikut : kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Pengaruh tersebut dapat berdampak positif dalam arti makin menjamin kelangsungan hidup dan kesejahteraan, serta dapat pula berdampak negative dengan pengertian mengganggu bahkan mengancam kesejahteraan manusia. Kondisi lingkungan yang negative ini merupakan suatu masalah global.

Masalah lingkungan seperti pencemaran (udara, tanah, air, suara, atau kebisingan, sinar yang menyilaukan), banjir, kekeringan, tanah longsor, hama dan sebangsanya yang mengganggu bahkan mengancam kehidupan manusia, tidak hanya terjadi secara local atau regional, namun sudah menjadi masalah global. Masalah lingkungan telah menjadi perhatian dan kepedulian dunia, baik PBB maupun LSM. Masalah lingkungan hidup yang telah mengglobal harus menjadi perhatian dan kepedulian tiap orang termasuk seorang guru maupun warna dunia.

Sumber Daya Alam (SDA) merupakan suatu bentuk materi atau energy yang diperoleh dari lingkungan fisikal yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam tidak hanya berupa kondisi fisikal alamiah, melainkan juga dapat berupa SDA dan SDM.

Kandungan, persediaan, penggalian dan pemanfaatan sumber daya, khususnya sumber daya alam, tidak hanya menyangkut pemerintah serta Negara pemilik sumber daya alam yang bersangkutan, melainkan juga melibatkan Negara-negara lain yang berkepentingan. Dalam mekanisme dan dinamika produksi, pemanfaatan,konsumsi dan perdagangan sumber daya alam terjadi saling ketergantungan dan saling keterkaitan antar berbagai Negara di dunia yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

 

 

PENUTUP

Pertumbuhan penduduk dari waktu ke waktu terus meningkat. Kenyataan tersebut pemicu dan pemacupertumbuahn kebutuhan penduduk, baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang menuntut penerapan dan pemanfaatan IPTEK dalam mengolah SDA untuk memenuhi kebutuhan. Perlu diwaspadai bahwa penerapan IPTEK dalam mengolah SDA dan lingkungan selalu memiliki sisi positif dan sisi negative.

Sisi rahmat dari penerapan IPTEK dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam bidang pertanian, misalnya dengan bioteknologi dan berbagai rekayasa mekanik pengolahan tanah, rekayasa kimiawi dalam pemupukan dan pembasmi hama, dan lain sebagainya dalam meningkatkan kesejahteraan manusia khususnya petani.

Kemajuan IPTER di bidang industry telah berdampak positif dalam meningkatkan prodiksi barang-barang kebutuhan serta memperluas lapangan pekerjaan. Namun di sisi lain juga berdampak negative dengan adanya pencemaran lingkungan. Misalnya mengakhibatkan terbentuknya gas CO2 dan gas buangan lainnya.

BIOTEKNOLOGI…Pengerrtian dan Perkembengannya

BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal. Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan rekombinan DNA, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru. Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan. Bioteknologi juga termasuk penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain. Ciri utama bioteknologi: 1. Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan 2. Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri 3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian Gbr. Kegunaan Bioteknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia Perkembangan bioteknologi : 1. Era bioteknologi generasi pertama Þ bioteknologi sederhana. Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan. Contoh: pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain. 2. Era bioteknologi generasi kedua. Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril. Contoh: a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat b. pengolahan air limbah c. pembuatan kompos 3. Era bioteknologi generasi ketiga. Proses dalam kondisi steril. Contoh: produksi antibiotik dan hormon 4. Era bioteknologi generasi baru Þ bioteknologi baru. Contoh: produksi insulin, interferon, antibodi monoklonal Gbr. Macam-macam kegunaan bioteknologi.

STRATEGI PEMBELAJARAN ERA DIGITAL

STRATEGI PEMBELAJARAN ERA DIGITAL

Tiga pilar utama konsep kampus digital adalah komputer, internet dan content. Dua yang pertama merupakan infrastruktur yang tergantung dari luar, yaitu vendor penyedia teknologi , yang awalnya dapat dipilih tetapi selanjutnya harus mengikuti sistem tersebut. Pilar ke-tiga yaitu content, materinya sangat bervariasi tetapi tentunya harus sesuai dengan pemakai. Dalam kampus digital yang dimaksud dengan pemakai adalah mahasiswa – dosen – staf administrasi, oleh karena itu suatu content yang baik jika mencakup ketiganya. Untuk mendapatkan kesuksesan penerapan kampus digital dari sisi pembelajaran (mahasiswa-dosen) maka content yang dihasilkan dosen mempunyai peran yang cukup besar kalau tidak mau dikatakan yang utama. Tulisan ini mencoba menelaah lebih jauh bagaimana strategi mengisi content pembelajaran digital dari sisi dosen . Suatu usulan skenario dalam menyambut era pembelajaran digital di kampus UPH.

Kata Kunci : kampus digital , komputer – internet – content , pembelajaran digital

1 Pendahuluan

Kebijakan penyediaan Tablet-PC bagi mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) tahun akademi 2005 / 2006 , merupakan petunjuk kuat bahwa UPH akan memasuki era kampus digital (dari berbagai sumber, a.l : Aneka Infokom Tekindo; Toshiba Asia; Lili serta Widyasworo, 2004). Apakah kampus digital lebih unggul dibandingkan kampus tradisional ? Suatu pertanyaan menantang yang tergantung dari definisi “kampus digital” itu sendiri, salah satunya adalah “segala usaha untuk mengubah sumber daya kampus yang ada ke dalam bentuk digital berbasis internet , melalui alat atau instrumen yang canggih, sedemikian rupa sehingga kehidupan nyata kampus dapat ditingkatkan melebihi waktu maupun ruang yang ada” (Teamsun, 2004). Sumber daya itu meliputi semua informasi di lingkungan kampus (jadwal transportasi yang tersedia, perbankan, kantin, ketersediaan fasilitas), sumber daya material (buku, materi/modul pembelajaran) sampai dengan aktivitas kampus (proses belajar dan mengajar, manajemen dan pelayanan administrasi).  Jika demikian halnya maka jelaslah bahwa kampus digital akan lebih unggul jika dibandingkan dengan yang tradisional. Bayangkan, perpustakaan dapat diakses malam hari langsung dari rumah, tugas dikumpulkan melalui email, pengumuman kampus diakses tanpa harus ke kampus, dan sebagainya.

Teknologi Informasi (TI) yang merupakan tulang punggung kampus digital, didukung oleh tiga komponen utama : Computer, Communication dan Content. Tentulah yang dimaksud dengan Communication di atas adalah jaringan internet. Dengan adanya jalinan kerjasama UPH dengan tiga vendor raksasa teknologi yaitu Microsoft-Intel-Toshiba maka sudah diperoleh jaminan bahwa dua komponen pertama di atas pasti akan berfungsi sebagaimana dimaksud, sedangkan komponen Content tidak sepenuhnya dapat dijamin keberhasilannya karena tergantung dari manusia-manusia pengelola maupun pemakainya.

Kompetensi SDM pengelola sistem TI tidak perlu dibicarakan karena mereka tentu dipilih yang profesional dan selama ada koordinasi serta pelatihan yang baik dari vendor-nya, pastilah sistem TI dapat bekerja sesuai spesifikasi yang diminta. Jadi, yang memerlukan persiapan baik adalah para pemakai umum, yaitu pemakai statis dan dinamis.

Pemakai statis adalah para operator komputer, yang mengoperasikan komputer sebagai bagian dari prosedur kerjanya yang bersifat rutinitas.  Kesiapan pemakai statis dapat segera diusahakan, misalnya dengan training-training yang intensif maupun akibat kebiasaan mengerjakan tugasnya secara rutin dan terkontrol, sehingga pada akhirnya rutinitas pekerjaan tersebut dapat berproses dengan lancar. Pemakai statis kebanyakan terdiri dari karyawan staff (manajemen, pelayanan dan administrasi) yang bertugas memasukkan data input berdasarkan format yang telah ditentukan, maupun pengetikan surat-surat berdasarkan permintaan tertentu yang formatnya sudah baku dan sebagainya. Berkaitan dengan baku, hal itu mudah dipahami karena terkait dengan sifat konsisten, stabil dan tidak sering berubah-ubah.

Pemakai dinamis, suatu istilah yang diberikan kepada sekelompok atau perseorangan yang dalam kapasitasnya mempunyai kewenangan dan mampu untuk secara kreatif membuat terobosan baru di luar rutinitasnya. Pemakai dinamis membuat atau mengembangkan content  sedemikian rupa sehingga content kampus digital tersebut menjadi suatu yang bersifat dinamis, berubah, menjadi sesuatu yang selalu tumbuh dan berkembang, dan menjadi hidup. Pemakai dinamis diharapkan berasal dari staf pengajar atau dosen dan selanjutnya akan berimbas pada mahasiswa bimbingannya.

Perlu juga dipikirkan : apakah perlu dibentuk juga wadah (dalam kampus digital) untuk menampung kreatifitas pemakai dinamis yang bukan dari dosen, yaitu untuk menampung karya cipta dari pribadi yang sebelumnya hanya dianggap sebagai pemakai statis saja.

Pemantauan produktivitas dari kedua pemakai tersebut tentu saja berbeda. Efektivitas maupun kualitas hasil pekerjaan dari pemakai statis lebih mudah dipantau dibandingkan dengan efektivitas dan mutu hasil kerja pemakai dinamis. Untuk mendapatkan kesamaan persepsi tentang keberhasilan kerja dari pemakai dinamis maka pengelola kampus diharuskan mempunyai rambu-rambu tertentu sejauh mana kreativitas yang dibuat dapat dianggap memberikan benefit bagi kampus secara keseluruhan.

Dalam mengevaluasi, harus ada tindakan yang tegas dan nyata bila content yang dibuat mengandung materi yang bersifat asusila, SARA, plagiat , pelanggaran hak cipta atau HAKI (hak atas kekayaan intelektual). Dengan menyatakan diri sebagai kampus digital berarti masuk dalam era dimana materi-materi yang telah berbentuk digital dapat dengan mudah digandakan, di-copy dan disebarluaskan tanpa mengurangi kualitas dari materi itu sendiri. Dengan demikian, bila tidak ada usaha menghormati hak cipta orang lain (tetap menggunakan software bajakan), maka hasil ciptaan kitapun tidak dihargai orang lain. Bila demikian halnya, mengapa harus mencipta ?

Tulisan berikut memberi usulan atau wacana bagaimana agar dosen dapat berperan aktif dalam membuat content kampus digital. Karena yang membedakan  mutu antara satu kampus digital dengan kampus digital lain yang utama adalah materi content-nya. Tahapannya dimulai dengan pembentukan motivasi, kemudian diberikan kiat-kiat praktis yang disesuaikan dengan bidang profesinya serta akhirnya usulan langkah bersama apa yang sebaiknya dilaksanakan untuk proses pengisian content tersebut.

2   Kajian Teori dan Bahasan

2.1   Mengenal Kampus Digital Tetangga

Sebelum membicarakan strategi pembelajaran digital, akan menarik jika dilakukan tinjauan terlebih dahulu universitas mana saja yang telah menyelenggarakan kampus digital. Adanya studi banding / benchmarking terhadap kampus digital yang sudah ada, akan diperoleh informasi yang diperlukan untuk membangun sistem kampus digital yang optimal, baik dari sisi kesiapan dana maupun dari sumber daya manusianya.

Dari hasil pencarian di internet ada dua universitas yang cukup menarik untuk ditampilkan, sedangkan dua universitas yang lain cukup diberikan alamat website-nya.

2.1.1    Universitas Waseda, Jepang

Infrastruktur : Komputer dan Internet

Digitalisasi kampus Okuba, Universitas Waseda, didukung dengan disediakannya kurang lebih 600 komputer dengan sistem operasi Windows dan UNIX , yang bebas dipakai mahasiswa untuk mengerjakan tugas-tugas kampus maupun untuk keperluan pribadi. Selain itu , sekitar 5000 komputer di dalam kampus termasuk di pusat riset dan laboratorium terkoneksi dalam jaringan internet berkecepatan tinggi.

Jaringan kabel serat optik mendukung jaringan Ethernet Gigabit dalam kampus. Ada beberapa jalur Gigabit yang terhubung ke sumber luar kampus didesain untuk kecepatan yang dapat diandalkan , dilengkapi firewall dan alat keamanan jaringan yang memadai.

Pada ruang-ruang terbuka di kampus (misalnya di student lounges) tersedia koneksi jaringan LAN dan nirkabel (IEEE-802.11b) , sehingga laptop mahasiswa dapat terhubung ke jaringan internet. Ada kelas khusus yang didesain untuk pembelajaran berbasis jaringan (network style learning) sehingga mahasiswa dapat memakai komputer laptop-nya di kelas.

Komunikasi

“Waseda-net mail” adalah alamat email yang diberikan kepada mahasiswa baru untuk berbagai keperluan, misalnya : mengumpulkan tugas kelas, konsultasi dengan pengajar, dan komunikasi antar-mahasiswa. Email diharapkan dapat menjadi bagian hidup mahasiswa.

Perlu diketahui bahwa alamat email tersebut tetap dapat diaktifkan meskipun mahasiswa tersebut telah lulus. Ini merupakan strategi jitu universitas untuk selalu dapat berhubungan dengan alumninya, misalnya untuk mendapatkan umpan balik, promosi kegiatan, dan juga fasilitas bagi alumni untuk selalu terkoneksi dengan jaringan antar alumni, dan lain sebagainya. Kondisi tersebut dapat terlaksana dengan baik karena infrastruktur yang tersedia sudah sangat baik (cepat) dan andal (setiap saat dan dari mana saja dapat diakses).

Setelah log-in pada Portal Web Waseda maka siswa mendapat berbagai pelayanan on-line, misalnya pendaftaran email, melihat hasil ujian dan informasi karir. Selain itu, dapat juga berfungsi untuk mendukung pembelajaran di kelas apabila diminta, misalnya menampilkan materi yang dapat di down-load, maupun mencari laporan-laporan yang pernah terbit. Jadi, Portal Web Waseda menjadi interface kampus yang dapat diakses setiap saat.

Tersedia juga “Web Site untuk telpon selular” , mahasiswa dapat memanfaatkan untuk mendapat informasi terkini mengenai pengumuman kampus , misalnya pembatalan kelas (jika ada), jadwal pengajaran dan ketersediaan komputer atau ruang yang dapat dipakai. Tidak disebutkan apakah sudah ada usaha untuk memanfaatkan SMS untuk pembelajaran.

Pendidikan dan Pengajaran

Kecuali menyediakan infrastruktur dan pelatihan penggunaannya, pihak universitas juga mempersiapkan satu mata kuliah khusus yang dapat mempersiapkan mahasiswa untuk mempelajari dasar-dasar teori, kelebihan maupun keterbatasan teknologi yang dipakai, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkannya secara efektif untuk kehidupan kampus.

Semester pertama, mahasiswa baru diberi mata kuliah Information Literacy tentang dasar-dasar komputer maupun etika pemakaian komputer dalam jaringan, dilanjutkan dengan praktik penggunaan email dan program aplikasi pengolah kata serta lembar kerja.

Universitas juga menawarkan mata kuliah Introduction to Information Technology, yang mempelajari keterampilan maupun teori manajemen informasi yang diperlukan agar dapat memanfaatkan teknologi informasi secara efektif. Selanjutnya, jika siswa berminat mempelajari lebih jauh tentang aplikasi komputer maka mereka dapat mengikuti seminar-seminar pilihan , misalnya cara pembuatan website, pemrograman dan lain-lainnya.

Piranti Pembuatan Materi Digital

Kampus Okuba dilengkapi dengan fasilitas berteknologi visualisasi yang dapat digunakan untuk aktifitas kreatif dalam riset, pengajaran maupun eksperimental data. Suatu video dan audio yang berkualitas tinggi, dapat dibuat dengan sistem pemrosesan gambar digital yang bersifat full digital non-linear editing systems maupun digital multi-recorders. Selanjutnya, semua material pengajaran dan riset yang dibuat dapat disimpan dalam berbagai bentuk format media.

Tersedia fasilitas pengajaran dan konferensi jarak-jauh yang interaktif melalui berbagai sistem jaringan komunikasi seperti kabel optik (Nish-Wased-Toyama), CATV (Okubo Campus), ISDN. Satelit, dan sebagainya.

Jaringan Khusus Pendukung Riset

Infrastruktur jaringan yang dikhususkan untuk riset akademik (Super SINET) disediakan untuk berbagi informasi riset, sehingga data digital dapat ditransfer dalam kecepatan gigabit antar lab-lab riset atau universitas lain. Super SINET juga dipakai untuk riset thesis melalui basis-data informasi akademik dan jurnal elektronik.

2.1.2   Universitas Gajahmada, Yogyakarta

Sebenarnya belum ada pernyataan resmi bahwa UGM telah menjadi kampus digital, meskipun demikian menurut laporan Prastowo (2004) , terlihat bahwa ada usaha ke arah itu .

Infrastruktur : Komputer dan Internet

Sejak tahun 2002 , UGM mulai membangun jaringan kabel serat optik , sehingga pada saat ini telah terbangun jaringan ethernet dengan bandwidth 1 gbps (giga atau milyar bit per second), sedangkan konektivitas Internet ke luar UGM sampai dengan 10 mbps (mega atau juta bit per second). Jaringan itu menjadi tulang punggung infrastruktur internet di kampus UGM. Selanjutnya, universitas hanya menyediakan simpul-simpul yang terhubung ke tulang punggung jaringan, sedangkan titik-titik akses diusahakan sendiri oleh unit kerja yang bersangkutan. Untuk mendapatkan integrasi yang baik maka Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) UGM bertugas sebagai konsultan ahlinya.

Di lingkungan kampus UGM, terminal akses publik dibangun oleh masing-masing unit kerja. FMIPA UGM telah memiliki Student Internet Center dengan kapasitas 100 unit komputer. Di Fakultas Teknik ada FasNet , demikian pula di Fakultas Kedokteran dan Ekonomi telah diadakan lokasi-lokasi tertentu yang bisa digunakan untuk akses ke jaringan. Saat ini ada sekitar 2400 unit PC terhubung secara langsung di jaringan kampus UGM.

Untuk membantu dosen dalam memakai teknologi digital, ada usaha pengadaan notebook dengan cara cicilan, di tingkat Universitas digelar di Bagian Kerjasama UGM, sedangkan di tingkat Fakultas bersifat optional misalnya di Fakultas Farmasi.

Fasilitas Email dan Web-Site

Fasiltas email diberikan untuk staf karyawan atau dosen, tetapi itu tergantung dari unit kerjanya masing-masing. Domain http://nama.staff.ugm.ac.id disediakan untuk publikasi pribadi staf akademik dan non akademik UGM. Fasilitas tersebut dapat digunakan dosen untuk meng-on-line-kan materi digitalnya ke publik (murid).

Pendidikan dan Pengajaran

Wawasan teknologi informasi yang terkait dengan bidang ilmu yang diambil umumnya sudah ada dalam kurikulum perkuliahan, misalnya “bahasa pemrograman komputer” di fakultas teknik. Untuk fakultas-fakultas tertentu yang belum memasukkan pelajaran seperti itu maka UPT Pusat Komputer (sekarang UPU Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi UGM) akan mengambil alih dengan menyelenggarakan kursus-kursus lepas bersertifikat yang dapat diikuti oleh mahasiswa yang berminat.

2.1.3   Kampus Digital Lain

Kecuali dua kampus yang telah disampaikan terdahulu maka informasi tentang kampus digital dapat dicari dengan bantuan internet, misalnya dengan memanfaatkan mesin pencari Google dengan kata kunci “digital campus”, antara lain :

2.2  Pembelajaran di Era Digital

2.2.1 Virtual University ke Digital Campus

Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi mengubah cara pandang , cara kerja dan sekaligus implementasi dalam bidang pembelajaran , hal tersebut ditandai dengan munculnya istilah-istilah baru seperti eBook, e-learning , cyber university. Akar kata cyber adalah cybernetics, yang artinya tentang “cara untuk mengendalikan (robot) dari jarak jauh”, jadi kata cyber berkaitan dengan “pengendalian” dan “jarak jauh”. Oleh karena itu cyber university terkait dengan hal lain seperti distance learning, cyber campus, virtual university, e-education, e-classes dan bentuk kelas jarak jauh lainnya yang memberikan gelar (degree) kepada pesertanya. Berbeda dengan konsep pembelajaran jarak jauh tradisional yang menggunakan korespondensi (surat-menyurat), maka cyber university memakai komputer dan internet untuk melaksanakan kegiatan atau fungsinya. Jadi, interaksi yang dapat diberikan tidak terbatas pada materi yang pasif (surat), tetapi juga materi yang bersifat interaktif, baik melalui surat-menyurat (email / chating), video dan telekonferensi, maupun bentuk-bentuk lain yang layaknya ada pada kegiatan universitas tradisional. Oleh karena itu , cyber university populer juga disebut sebagai virtual university.

Untuk beberapa lama, konsep virtual university menjadi fokus yang menarik untuk dibahas dan diterapkan , dan menjadi saingan dari universitas tradisional. Mahasiswa dapat belajar di mana saja dan kapan saja sesuai yang diinginkan. Ahli-ahli dari berbagai belahan dunia dapat saling menghasilkan materi perkuliahan dalam bentuk digital dan didistribusikan via internet. Aktivitas pembelajaran didukung oleh telekonferensi berbasis internet, sehingga pengajar menjawab pertanyaan, mendiskusikan materi dan membantu memecahkan permasalahan tanpa harus datang ke kampus.

Dalam kenyataan cyber university belum bisa menggantikan peranan universitas tradisional yang mempunyai keunggulan dapat mewadahi terjadinya interaksi antar individu satu dengan yang lain, sehingga terjadilah proses benchmarking, terjadinya kompetisi, yang akhirnya terjadilah transformasi tidak hanya pada pengetahuannya melainkan juga mental pribadi mahasiswa itu sendiri. Oleh karena itu, timbul keinginan untuk mewujudkan fasilitas pendidikan yang dapat menggabungkan keunggulan dari konsep tradisional dan modern (cyber university), bahkan menggabungkan trend yang saat ini sedang berkembang yaitu mobile (tidak tergantung tempat / di mana saja) sehingga menjadi sesuatu yang baru yang disebut notebook-university, (Stratmann dan Kerres, 2004) atau tablet PC – university.

Dalam notebook – university maka fokusnya berubah dari virtual university ke digital campus, sesuai dengan definisi awal yang diberikan Teamsun. Proses selanjutnya dalam mengisi kampus digital adalah mengatasi perbedaan yang terjadi antara dunia nyata dan dunia virtuil (cyber) untuk menghasilkan lulusan yang berkompetensi sesuai bidangnya.  Jangan sampai lulusannya nanti mempunyai kemampuan yang virtuil (tidak nyata).

2.2.2   Piranti Pengembangan dan Presentasi

Langkah awal dalam kampus digital adalah membuat materi digital untuk pembelajaran. Karena komputer sudah lama dipakai sebagai mesin ketik, maka proses pembuatan materi digital untuk materi kuliah maupun soal-soal ujian bukan suatu kendala. Program yang banyak dipakai adalah Microsoft Word, program tersebut mempunyai kemampuan yang melampaui mesin ketik itu sendiri. Bila dipakai dengan benar, tidak hanya pengetikan surat, atau materi kuliah bahkan sampai pembuatan buku dapat ditangani dengan baik. Selanjutnya file digital yang dihasilkan program tersebut dapat ditransfer dengan mudah ke format digital yang lain (html, teks ASCI dan pdf).

Untuk keperluan presentasi diperlukan program aplikasi khusus, di mana Microsoft Powerpoint sudah menjadi standar untuk presentasi materi tulis , gambar bahkan suara. Proses pemindahan dari Word ke Powerpoint bukan masalah yang serius, karena kedua program tersebut terintegrasi dalam Microsoft Office  sehingga dapat dikerjakan secara mudah. Dalam perkembangannya ada program lain yang dipakai sebagai presentasi yaitu Macromedia Flash yang sebelumnya banyak dipakai sebagai pembuatan animasi interaktif di internet. Tahap akhir adalah alat presentasi itu sendiri, diperlukan alat yang lebih dari sekedar OHP, untuk dapat menampilkan materi digital diperlukan fasilitas Multimedia Projector atau Proyektor LCD. Keberadaan Multimedia Projector di kelas-kelas atau kemudahan mendapatkannya untuk pembelajaran, dapat menjadi indikator kesiapan sebagai kampus digital yang sesungguhnya.

Tersedianya hal-hal di atas sudah cukup untuk memulai dan mengisi pembelajaran digital , tentunya dengan anggapan bahwa setiap dosen sudah dibekali dengan laptop secara individu. Peminjaman laptop pada saat perkuliahan tidak akan efektif, ibarat pemain pada pertunjukan maka diperlukan jam terbang lebih , agar teknologi dapat dikuasai secara optimal. Pengalaman penulis menunjukkan bahwa untuk menguasai laptop dan dapat memanfaatkan secara baik maka jam perkuliahan adalah bukan waktu yang baik untuk mempelajarinya tetapi di luar waktu itu, bahkan malam hari adalah paling ideal. Bagaimana itu bisa dilakukan jika itu laptop pinjaman ? Adanya bantuan keuangan untuk pengadaan laptop bagi dosen (meskipun itu cicilan) jelas akan mendukung kesuksesan kampus digital.

Pada mata kuliah tertentu, tampilan gambar-gambar baik berupa foto, chart, bagan alir, dan sebagainya kadang-kadang diperlukan, untuk itu sebaiknya disediakan mesin scanner dan camera digital. Mesin scanner cocok untuk meng-capture gambar dari photo atau buku atau majalah atau bentuk kertas yang lain, sedangkan camera digital cocok untuk menangkap image 3D , misalnya patung, produk kesenian dsb. Selanjutnya, agar image yang diperoleh dapat dimanipulasi sesuai kebutuhan maka sebaiknya program khusus Adobe Photoshop perlu dikuasai.

Teknologi lain yang perlu dipertimbangkan adalah camera video (camcoder) karena dapat merekam gambar video dan suara. Bayangkan bagaimana suatu petunjuk praktikum bila dapat dibuat rekaman videonya dan dikemas secara khusus dalam CD Multimedia, tentulah akan sangat membantu mahasiswa. Dengan menugaskan mahasiswa untuk melihat dan mempelajarinya terlebih dahulu sebelum praktikum yang sesungguhnya maka kegiatan pembelajaran akan lebih efektif. Program untuk membuat CD Multimedia adalah Macromedia Director, sedangkan versi internetnya yang populer adalah Macromedia Flash. Sebenarnya ada produk Macromedia lain yang dikhususkan untuk CD Multimedia pendidikan yaitu Macromedia Authorware, tetapi di Indonesia masih jarang pemakaiannya. Informasi dari editor PT. Elex Media Komputindo (komunikasi pribadi), belum ada buku yang diterbitkannya tentang Macromedia Authorware, sedangkan Macromedia Director sudah ada 3 buah, dan tak terhitung yang Macromedia Flash.

Catatan : camcoder sudah digunakan sebagai alat bantu pengajaran , tetapi pada umumnya hanya diproses menjadi film Video CD dan digunakan seperti halnya menonton film-film biasa, sedangkan CD Multimedia adalah gabungan video, teks, gambar dan suara yang bersifat interaktif yang dapat menyesuaikan dengan kemauan pemakai. Jika hanya untuk pemrosesan video maka program aplikasi yang diperlukan adalah Adobe Premier dan komputer berkinerja tinggi.

Kadang-kadang suatu gambar tidak tersedia untuk di-scan, tetapi dapat dibuat sketch-nya secara mudah, untuk itu menguasai program menggambar vektor seperti AutoCAD , Corel Draw, Adobe Illustrator, Macromedia FreeHand, sangat membantu. AutoCAD telah menjadi standar industri dalam bidang teknik dan menjadi kurikulum wajib, seperti misalnya di Jurusan Teknik Sipil UPH yang diberikan di semester pertama. Program-program yang lain pada umumnya populer digunakan di kelas-kelas seni atau desain.

2.2.3   Website , e-mail dan Konferensi Online

Dalam kampus digital , selain pertemuan kelas adalah memanfaatkan jaringan internet.  Tahap awal adalah komunikasi satu arah dengan menampilkan materi kuliah dalam web-site dosen , sehingga mahasiswa dapat melakukan down-load materi-materi digital untuk selanjutnya dipelajari. Selain itu, dapat juga untuk menampilkan file pekerjaan mahasiswa sehingga dapat dipelajari oleh rekan mahasiswa lainnya.

Pada tahap ini yang ideal adalah para dosen dapat membuat sendiri website-nya, mengapa demikian ? Seperti halnya produk karya tulis lainnya, tentu akan berbeda jika suatu ide dapat ditulis sendiri dengan ide yang dituliskan orang lain. Karena bagaimanapun juga suatu karya tulis akan mempunyai karakter yang khas dari penulis itu sendiri. Untuk suatu content website yang terbatas, program MS-Word dan MS-PowerPoint telah menyediakan fitur untuk mengubah formatnya ke format html yang selanjutnya dapat di up-load ke server. Untuk mendapatkan suatu content yang optimal (ukuran kecil, fitur lengkap) maka sebaiknya menggunakan program-program khusus untuk pengembangan website , antara lain yang populer adalah Macromedia Dreamweaver atau Microsoft Frontpage.

Dalam praktik, mewajibkan staf pengajar untuk membuat website sendiri, tentu tidaklah mudah. Salah satu strategi, sebaiknya pihak universitas membuat suatu team khusus untuk mengelola suatu portal web pembelajaran dan membuat template-template khusus untuk dapat digunakan untuk menuliskan content web-site. Dengan sedikit pelatihan maka para dosen tinggal mengisi template tersebut , dan apabila masih kurang jelas dapat berkonsultasi lagi dengan team khusus tersebut. Hasil content dari para dosen sebaiknya direviu, agar sama kualitasnya antara satu dengan yang lain. Materi yang direviu adalah yang bersifat umum, misalnya format dsb. Karena web-site yang dibuat akan mencerminkan lembaganya maka sebaiknya pembuatan web-site oleh dosen dianggap seperti “penulisan makalah ilmiah”, termasuk juga pemberian insentif jika memenuhi suatu kualitas tertentu.

Cara yang paling mudah untuk membuat suatu website berkualitas adalah dengan melihat contoh website yang sudah ada. Sebagai catatan bahwa website yang baik belum tentu yang paling banyak gambar atau animasinya. Suatu website yang baik adalah yang mampu menjawab keingintahuan pengunjung secara cepat. Jika itu website dosen, maka selain materi perkuliahan yang ditampilkan sebaiknya ada juga informasi internet yaitu alamat-alamat web-site lain (link-link) yang dapat digunakan untuk menambah wawasan pembelajaran dari materi yang sedang ditekuninya. Daftar link-link yang sudah pernah dikunjungi dosen dan direkomendasikan merupakan peta yang menarik dan sangat membantu mahasiswa untuk menemukan secara cepat dan tepat permasalahan yang dibahas. Internet memang menyediakan informasi yang banyak, tetapi tanpa petunjuk yang baik maka pencarian tersebut ibarat orang yang mencari satu jenis tumbuhan di hutan yang luas, perlu waktu untuk menyisir satu persatu, meskipun dalam praktiknya telah tersedia mesin pencari hebat seperti Google. Berbicara tentang Google, perlu diperhatikan bahwa situs tersebut mempunyai gambar yang minim, tetapi tetap menjadi website yang  paling banyak dicari. Jadi, fungsi untuk menyajikan content yang cepat akan lebih penting dari tampilannya.

Tahap selanjutnya adalah membentuk komunikasi dua arah melalui email. Untuk memulai komunikasi dapat dibuat tugas ke mahasiswa yang pengumpulannya melalui email. Jika dosennya hobby menulis, dapat juga memakai diary digital atau Blogger yang saat ini sedang populer di internet ( http://www.blogger.com/knowledge/ ). Blogger adalah  semacam forum yang menampilkan artikel perseorangan yang selalu di-up-date beserta tanggapannya (bila ada) melalui fasilitas yang dapat diakses secara mudah dan cepat.

Selanjutnya, contoh website dosen yang dapat dikategorikan seperti penjelasan di atas adalah “budi rahardjo’s web site” (http://budi.insan.co.id/index.html), milik dosen teknik elektro ITB . Sebenarnya beliau juga mempunyai alamat website resmi diserver ITB yaitu http://www.paume.itb.ac.id/rahard/, tetapi website tersebut hanya digunakan sebagai penunjuk arah ke website pribadinya. Beliau sangat aktif menulis dan mempunyai diary digital yang beralamat di http://gbt.blogspot.com/ , yang berisi ide-ide kreatif baik yang berkaitan dengan bidang keilmuannya maupun hal-hal lainnya . Bagi yang ingin tahu lebih banyak mengenai teknologi informasi maka website beliau wajib dikunjungi.

Bentuk lain bagaimana memberdayakan teknologi berbasis internet adalah membuat semacam konferensi online, yaitu suatu cara berkomunikasi satu sama lain secara real time (pada saat itu) dengan dukungan fasilitas multimedia. Program yang dapat digunakan adalah Microsoft NetMeeting yang tersedia secara gratis di website Microsoft yang beralamat di  http://www.microsoft.com/netmeeting/main.htm .

Konferensi Online yang menggunakan program NetMeeting , bila dilengkapi peralatan pendukung dapat digunakan untuk menyampaikan hal-hal berikut :

  • Audio dan video digital. Misalnya dengan bantuan kamera video, dapat dibuat semacam TV interaktif untuk kelas pembelajaran jauh.
  • Berbagi aplikasi digital (Application sharing). Berbagi pekerjaan dan koordinasi bersama secara langsung dari kelompok-kelompok yang berbeda tempat (saling terpisah).
  • Papan tulis elektronik (Electronic white board). Untuk menampilkan tulisan tangan atau file gambar secara langsung untuk perkuliahan maupun bertukar pikiran (brainstorming), sehingga rekan-rekan lain dapat melihatnya.

Konferensi Online merupakan alat bantu yang sangat bagus untuk pembelajaran jarak jauh (distance learning) maupun siswa yang mempunyai keterbatasan (disability).

2.2.4  Learning Management System

Pengelolaan website dan komunikasi dengan email kelihatan suatu yang sederhana, tetapi sebenarnya pekerjaan yang melelahkan, apalagi jika ditangani sendiri oleh dosen. Sebenarnya telah beredar apa yang disebut Learning Management System (LMS) yaitu suatu sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan perkuliahan on-line, misalnya :

Adanya informasi keberadaan LMS seperti di atas sangat membantu untuk melakukan studi banding dengan sistem yang akan dipakai.

2.2.5  Model Pembelajaran On-Line

Ada dua model pengembangan materi pembelajaran on-line. Pada model pertama, dosen membangun materi dengan komputernya sendiri dengan bagian-bagian materi secara utuh. Setiap bagian bisa dibaca dan dipelajari secara off-line dengan cara down-load dari internet atau dari rekaman CD yang dibagikan.

Pada model kedua, dosen membangun materi pembelajaran dengan fasilitas pengembangan materi secara on-line. Materi perkuliahan dimasukkan ke sistem sepotong demi sepotong yang terangkai secara utuh di sistem. Siswa hanya bisa mengikuti perkuliahan secara utuh melalui sistem yang sama secara on-line. Dengan model ini, distribusi off-line hanya bisa dilakukan setelah pengembangan materi perkuliahan selesai seluruhnya atau bab per bab.

Sistem pembelajaran on-line yang paling rumit adalah penyelenggaraan ujian. Umumnya ujian masih harus dilakukan secara tradisionil, belum ditemukan cara pelaksanaan ujian yang efektif (Prastowo, 2004). Sifat ujian adalah untuk menguji siswa secara individu sehingga pemakaian jaringan internet akan memberi kemudahan pada siswa untuk berkomunikasi satu sama lain sehingga hasil evalusi dapat menjadi bias. Namun, ujian on-line dapat digunakan kalau bentuk ujian tersebut adalah penyusunan makalah dengan suatu tema yang ditetapkan dosen. Akan lebih menarik jika tema itu dapat bervariasi tiap siswa atau dalam setiap kelompok yang berbeda. Bentuk ujian seperti ini tentulah ujian take home dan bukan ujian di kelas.

Berkaitan dengan pembelajaran on-line (e-learning) , banyak informasi yang dapat digali dari internet, misalnya situs yang beralamat di http://www.e-learningguru.com/links.htm yang menyajikan situs-situs e-learning yang telah dikelompokkan.

2.3   Komponen Content pada Kampus Digital

Komponen komputer dan internet adalah produk luar-negeri, yang sistemnya dipilih dan dibeli untuk digunakan sebagai infrastruktur kampus digital. Siapa saja bisa memilikinya ! Jadi, yang membedakan kampus digital satu dengan yang lain adalah pada komponen content , yang sifatnya spesifik dan merupakan karakteristik dari komunitas kampus itu. Komponen content melekat pada setiap fasilitas pembelajaran yang diaktifkan di kampus digital tersebut, tidak bisa terpisah dari dosennya, selaku penanggung jawab materi pembelajaran.

Produktivitas komponen content adalah mirip dengan produktivitas penulisan intelektual. Padahal telah diketahui secara umum bahwa produktivas penulisan dosen masih jarang, yang diindikasikan dengan adanya insentip dari institusi bagi tulisan yang memenuhi kriteria tertentu, misalnya dimuat di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional.

Bagaimana pun kampus digital UPH telah dimulai, sehingga komponen content harus dibuat. Siapa yang harus bertanggung jawab mengenai soal itu ? Bukan vendor penyedia teknologi, bukan rektor dan jajarannya tetapi dosen-dosen itu sendiri. Dosen bertanggung jawab minimal pada content materi pembelajaran yang diberikan di kelas. Meskipun proses produktivitas yang kreatif sebenarnya berpulang pada diri sendiri, sehingga kadang-kadang proses atau strateginya berbeda dari satu orang ke orang lain, tetapi tidak ada salahnya penulis mencoba memberi usulan berikut :

  • Membentuk motivasi bahwa komputer-internet dapat memberikan kemudahan dan dapat meningkatkan kualitas produktivitas sehari-hari.
  • Mempelajari dan jika perlu mencontoh hasil orang lain. Tentulah dalam hal ini dipilih dan tidak sembarangan content.
  • Membuat kebijakan tertentu yang disertai sanksi. Kadang-kadang tanpa adanya sanksi yang mengikuti, sebagian orang tidak akan menjalankannya meski hal tersebut untuk kepentingannya sendiri, misalnya pemakaian helm bagi pengendara motor.

Ketiga usulan tersebut diuraikan dalam tiga sub-bab berikut :

2.3.1   Motivasi Penggunaan Teknologi

Begitu banyak piranti yang dapat digunakan untuk membuat content digital , tetapi tentu tidak semuanya harus dipakai. Piranti di sini termasuk penguasaan aplikasi komputer. Bila bukan suatu hobby, maka penguasaan aplikasi komputer baru dapat menjadi beban yang akhirnya akan menimbulkan “kekosongan ide”.

Jika pemakai dalam kaca mata awam dapat mengidentifikasi, peranan apa yang dapat diberikan oleh teknologi informasi (komputer-internet) bagi kemudahan kegiatannya sehari-hari maka tentulah teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif. Peranan yang dapat didaftarkan adalah :

  • Alat pembuatan dokumen dan presentasi (tulisan dan gambar)
  • Alat komputasi dalam pemrosesan numerik
  • Gudang informasi ; Perpustakaan  digital (off-line maupun on-line)
  • Alat menggambar (drafting tools)
  • Alat Hiburan (Game ; Music-Video Centre)
  • Kanvas lukis dan laboratorium photografi digital
  • Alat bantu pengajaran (interative learning centre ; simulator)
  • Toko buku on-line
  • Jurnal / Majalah / Surat kabar on-line
  • Alat komunikasi ; transportasi data dan remote-control.

Daftar yang diberikan di atas dapat bertambah panjang, karena setiap orang dengan latar belakang profesi yang berbeda maka keperluannya juga akan berbeda. Bagi dosen tentulah identifikasi peranan tersebut harus dikaitkan dengan mata kuliah yang digelutinya. Jadi harus fokus, di jurusan teknik sipil misalnya : menggunakan bahasa pemrograman komputer untuk membuat tool-tool untuk perencanaan dan desain struktur.

Setelah dapat dilakukan identifikasi peranan TI yang sesuai bagi masing-masing individu maka selanjutnya mencari tahu aplikasi komputer apa saja yang mendukungnya dan mempelajarinya. Misalnya, jika dipahami bahwa komputer-internet dapat digunakan sebagai pembuat dokumen maka program aplikasi yang perlu dikuasai adalah Microsoft Word ; untuk memanipulasi foto-foto maka diperlukan keterampilan mengoperasikan mesin scanner dan program Photoshop, dan sebagainya. Bila hal tersebut dapat diterapkan kepada setiap anggota kampus maka konsep pembelajaran digital akan terlaksana dengan baik.

2.3.2  Content Gratis dari MIT

Massachusetts Institute of Technology OpenCourseWare (MIT OCW) adalah website yang memuat hampir sebagian besar materi pengajaran tingkat sarjana dan pascasarjana di MIT yang tersedia secara gratis (David Diamond, 2003) dan terbuka untuk diakses dari seluruh dunia melalui internet dengan alamat http://ocw.mit.edu/OcwWeb/index.htm. Sampai bulan September 2004 ada sekitar 900 kursus yang tersedia di MIT OCW untuk diakses. Kursus-kursus tersebut dapat dikelompokkan sesuai dengan bidang ilmu sebagai berikut :

  Aeronautics and· Astronautics   Linguistics and· Philosophy
  Anthropology·   Literature·
  Architecture·   Materials Science· and Engineering
  Biological· Engineering Division   Mathematics·
  Biology·   Mechanical· Engineering
  Brain and Cognitive· Sciences   Media Arts and· Sciences
  Chemical Engineering·   Music and Theater· Arts
  Chemistry·   Nuclear Engineering·
  Civil and· Environmental Engineering   Ocean Engineering·
  Comparative Media· Studies   Physics·
  Earth, Atmospheric,· and Planetary Sciences   Political Science·
  Economics·   Science, Technology,· and Society
  Electrical· Engineering and Computer Science  · Sloan School of Management
  Engineering Systems· Division   Special Programs·
  Foreign Languages· and Literatures   Urban Studies and· Planning
  Health Sciences· and Technology   Women’s Studies·
  History·   Writing and· Humanistic Studies

Dengan men-down-load dan mempelajari content MIT yang menyediakan hampir semua bidang ilmu seperti di atas maka akan didapat pembanding yang cukup baik, dosen tinggal menyesuaikannya dengan kondisi lokal. Bahkan dapat dibuat content yang lebih baik.

2.3.3   Target Awal yang Perlu Realisasi

Berbagai strategi yang telah dikemukakan akhirnya masuklah pada realisasi ide. Karena  menyangkut kesiapan sumber daya manusia yang berbeda-beda tentulah harus dipilih “sesuatu” yang relatif mudah direalisasikan. Selanjutnya, kebijakan tersebut harus dipertahankan dengan memberikan reward maupun sanksi bagi yang melanggarnya.

Untuk memulai dengan digitalisasi diusulkan pada tugas akhir di setiap jurusan. Dengan demikian, akan diperoleh pertumbuhan content selaras dengan jumlah kelulusan.

Kualitas suatu institusi pendidikan dapat dilihat dari produk intelektual mahasiswanya. Produk intelektual yang terstruktur yang masuk dalam kurikulum pembelajaran adalah pembuatan laporan tugas akhir (atau laporan kerja praktik) yang dapat berbentuk skripsi, laporan magang, tesis maupun laporan tertulis lainnya dapat digunakan sebagai indikasi kemampuan institusi, bagaimana mereka dapat mengarahkan mahasiswa untuk membuat produk intelektual mereka yang orisinil.

Dengan mengharuskan karya tulis yang mereka buat menjadi format digital maka akan mudah dipublikasikan secara luas sehingga dapat menjadi alat promosi ampuh untuk menunjukkan kualitas lembaga institusinya jika karya tersebut baik. Tetapi ingat, jika karya itu buruk maka hasilnya tentu akan sebaliknya. Oleh karena itu keputusan men-digital-kan produk tulisan ilmiah mahasiswa harus didukung oleh komitmen yang serius dari berbagai pihak yang terlibat dalam suatu kampus digital.

Selanjutnya, hasil karya tulis digital dapat dikumpulkan dalam basis data terpusat membentuk suatu perpustakaan digital yang lengkap dan mudah diakses mahasiswa secara cepat, mudah dan murah (tidak perlu foto copy). Kemudahan itu tentu akan berakibat pada peningkatan produktivitas intelektual mahasiswa maupun dosen-dosennya. Karena karya tulis yang sudah ada mudah diakses dan dibaca maka dapat dihindari dibuatkannya karya tulis sama, dalam hal ini kreativitas mahasiswa dan dosennya harus ditingkatkan.

Untuk menghasilkan perpustakaan digital yang sukses maka sebaiknya berkunjung ke The Indonesian Digital Library Network yang beralamat di http://www.indonesiadln.org/,  suatu perpustakaan digital yang didukung oleh komunitas peneliti dan mahasiswa di ITB (Ismail Fahmi, 2002). Karena didukung oleh adanya komunikasi antar-komunitas terjadilah suatu lingkungan pembelajaran yang hidup sehingga dapat tumbuh dan berkembang, seperti timbulnya minat institusi-institusi di luar ITB untuk bergabung , yang akhirnya menjadi suatu jaringan perpustakaan digital yang luar biasa. Pada tingkat internasional yang perlu dikunjungi adalah Networked Digital Library of Theses and Dissertations (NDLTD) beralamat di  http://www.ndltd.org/  yang kegiatannya didukung oleh UNESCO dan Adobe.

Dengan melakukan perbandingan dari organisasi yang sudah ada maka pengelola kampus digital dapat melihat strategi maupun format digital apa yang digunakan oleh mereka dalam menyusun perpustakaan digital tersebut, apa kelebihan maupun kekurangannya sehingga dapat dilakukan antisipasi di kemudian hari. Pemilihan format digital menjadi suatu hal yang sangat penting dan menunjang manfaat untuk jangka panjang. Berkaitan dengan hal tersebut perlu diingat bahwa belum lama berselang sekitar tahun 1990 pada saat itu pemakaian program pengolah kata Wordstar populer di mana-mana dan dihasilkan ribuan dokumen tulis digital, tetapi karena teknologi berubah maka dapat dibayangkan bagaimana susahnya saat ini untuk membuka dokumen tersebut.

3  Penutup

Pengembangan internet untuk pembelajaran (kampus digital) memerlukan infra-struktur yang berbiaya tinggi dan perlu perencanaan matang. Di satu sisi, para dosen dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang efektif berbasis internet bila instansi yang bersangkutan menyediakan infrastruktur yang cukup, tetapi disisi lain kesiapan, kreativitas dan kemauan dosen berperan penting untuk membuat kampus digital itu hidup (tumbuh dan berkembang).

Bilamana fasilitas infra-struktur dan kemauan tidak menjadi kendala, didalam makalah ini telah diberikan sedikit wawasan bagaimana menumbuhkan kesiapan dan kreativitas dalam mengisi content yang merupakan tanggung jawab dosen-dosen selaku pemimpin dalam proses pembelajaran di kampus digital. Meskipun demikian karena kesiapan dan kreativitas merupakan proses individu maka perlu penyesuaian untuk tiap-tiap pribadi.